Jumat, 24 Oktober 2014

Annabelle

Sudah lama nih gk nge blog lgi, jdi semoga ajah postingan kali ini menarik bagi para pembaca.

Pada tahun 1970-an seorang ibu berjalan di sepanjang jalan lalu masuk ke sebuah toko, dan membeli boneka Anne yang compang-camping berukuran besar sebagai hadiah untuk ulang tahun putrinya, yang bernama Donna. Semenjak hari itulah, salah satu kasus paranormal paling aneh bermula. Keantikan Annabelle begitu buruk, sampai-sampai sekarang dia terkunci di dalam kotak kaca pelindung di museum supernatural milik keluarga Warren agar tak lagi meneror orang-orang.

Cerita Bermula

Gangguan ini dimulai di sebuah rumah, ketika para gadis perawat yang menyewa rumah tersebut, yang terdiri dari Donna, Lou, dan Angie, menemukan sepotong permen coklat misterius tertinggal di ruang tamu. Padahal tak satu pun dari mereka telah membeli cokelat, dan mereka bingung bagaimana itu bisa ada. Lalu pesan-pesan aneh sering ditemukan dengan tulisan tangan seorang anak kecil tertulis di atas kertas.

Ada lagi, benda yang sering berpindah-pindah, tidak pernah ditemukan di tempat yang sama. Tampaknya seolah-olah ada seseorang, atau sesuatu yang mendiami rumah tersebut bersama para gadis yang ketakutan. Setelah sebulan ditemani dengan kejadian-kejadian yang tidak biasa, gadis-gadis tersebut memutuskan bahwa mereka membutuhkan bantuan. Mereka menyelidiki sejarah rumah yang mereka tempati, dan juga menghubungi media serta orang-orang setempat.

Mereka menemukan bahwa sebelum rumah tersebut dibangun di atas tanah lapang, seorang gadis muda bernama Annabelle meninggal di tempat tersebut. Annabelle dulu suka sekali bermain di lapangan, saat tersebut ada saat paling bahagia baginya, dan jiwanya tidak pernah meninggalkan tempat itu. Orang-orang dan media setempat menjelaskan bahwa roh kecil Annabelle itu masih ada, dan ada kaitannya dengan kejadian-kejadian aneh sebulan terakhir yang para gadis alami.

Sebelumnya, pada suatu saat, memang sempat ada kejadian dimana Annabelle bertanya kepada Donna dan temannya, apakah dia bisa tinggal bersama mereka, dengan pindah ke boneka yang ibu Donna untuknya di hari ulang tahunnya. Tidak tahu harus berbuat apa lagi, gadis-gadis tersebut menjawab iya, dan akhirnya bahkan boneka tersebut dinamai Annabelle.

Gadis-gadis berpikiran bahwa Annabelle hanyalah boneka lucu yang tidak berbahaya, dan sering ditinggalkan di tempat tidur di pagi hari, atau bertengger di sofa di ruang tamu. Namun, setelah kembali pulang dari pekerjaan, tampaknya mereka seolah-olah melihat bahwa boneka tersebut telah berpindah tempat dari tempat yang sebelumnya ditempati. Pada awalnya, mereka hanya sekedar melihat tangan dan kaki boneka berada dalam posisi yang berbeda. Namun seiring waktu, Annabelle mulai berpindah-pindah dari ruangan yang satu ke ruangan yang lain. Gadis-gadis yang pulang kerja pada malam hari tersebut, sekarang menemukan Annabelle tengah duduk di kursi dekat pintu depan, atau berlutut di lantai. Di lain waktu, mereka menemukan Annabelle duduk di sofa, meskipun dia pada awalnya berada di kamar Donna.

Ada lagi pengalaman dari Lou. Lou berteman dengan Donna dan Angie dan telah bersama mereka sejak hari boneka itu tiba. Lou tidak pernah menyukai boneka itu dan pada beberapa kesempatan memperingatkan Donna bahwa boneka itu jahat dan lebih baik menyingkirkannya. Tapi Donna terlalu menyukai boneka itu dan lebih mempedulikan peringatan Lou. Keputusan Donna ternyata adalah kesalahan besar.

Lou terbangun di suatu malam dari tidur nyenyaknya, dan panik. Sekali lagi, ia bermimpi buruk. Hanya saja kali ini, entah bagaimana, segala sesuatunya tampak berbeda. Seolah-olah ia terjaga tetapi tidak bisa bergerak. Dia melihat sekeliling ruangan tapi tidak bisa melihat sesuatu yang luar biasa, dan kemudian hal itu terjadi. Dia melihat ke bawah ke arah kakinya, dan dia melihat Annabelle.

Boneka itu mulai perlahan-lahan meluncur di kakinya, pindah ke dadanya dan kemudian berhenti. Dalam hitungan detik boneka itu mencekiknya. Lumpuh dan terengah-engah, sampai ketika dia sesak napas, Lou pingsan. Lou terbangun keesokan harinya dan yakin itu bukan mimpi. Lou bertekad untuk melepaskan diri dari itu boneka dan roh yang mendiaminya. Dia tak tahu, ada lagi satu pengalaman buruk yang akan menimpanya.

Setelah mempersiapkan untuk perjalanan besok hari, Lou dan Angie tengah membaca peta di rumahnya. Suasana tampak sepi. Tiba-tiba, suara gemerisik datang dari kamar Donna. Lou bertekad untuk mencari tahu siapa atau apa itu, mereka diam-diam berjalan ke pintu kamar tidur. Dia menunggu suara itu berhenti sebelum masuk dan menyalakan lampu. Ruangan itu kosong kecuali ada Annabelle yang berada di lantai di sudut kamar.

Lou menjelajahi ruangan, tapi tak melihat ada yang aneh. Tapi saat ia mendapati dirinya dekat dengan boneka tersebut, dia merasa seperti ada seseorang yang berada di belakangnya. Dengan cepat, ia berputar dan menyadari bahwa tidak ada orang lain di sana. Kemudian dalam sekejap, ia menemukan dirinya terluka di bagian dada dan berdarah.

Kemejanya tampak berlumuran darah, dan saat membuka kemejanya ada tujuh tanda cakaran yang berbeda di dadanya, tiga berbentuk vertikal dan empat berbentuk horizontal, semuanya panas seperti luka bakar. Goresan ini sembuh dengan segera, setengah hilang pada hari berikutnya, dan sepenuhnya hilang di hari kedua.

Setelah kejadian ini, Donna percaya bahwa di dalam boneka itu ada yang tidak beres. Lalu mereka menghubungi gereja, dan  bertemulah mereka dengan Ed dan Lorraine Warren.

Investigasi

Setelah beberapa hari yang melelahkan, Ed dan Lorraine Warren tiba di rumah Donna dan temannya untuk memulai mulai menangani kasus tersebut. "Ok girls, saya ingin mendengar keseluruhan cerita. Siapa yang bisa memberitahu saya?"

"Saya bisa." kata Donna.

"Baiklah. Lou, Angie, silakan menambahkan jika ada yang kurang," Ed mengarahkan. Lou dan Angie adalah nama teman-teman Donna.

"Ada dua cerita." kata Donna. "Yang pertama dimulai awal minggu ini bersama Lou. Yang lainnya tentang Annabelle. Tapi saya rasa, keduanya berhubungan dengan Annabelle."

"Siapa Annabelle?" Ed segera bertanya.

"Dia milik Donna, dia bergerak, dia hidup, tapi tidak, saya tidak berpikir dia masih hidup. Dia ada di ruang tamu." kata Angie sambil menunjuk ke seberang meja. Di sana, Annabelle duduk di sofa.

Lorraine melihat ke arah ruang tamu. "Apakah kalian berbicara tentang boneka itu?"

"Benar," jawab Angie, "boneka Ann yang besar dan compang-camping. Itu Annabelle, dia bergerak!"

Ed bangkit dan berjalan ke ruang tamu untuk memeriksa boneka tersebut. Ukurannya besar dan berat, seukuran anak umur empat tahun. Annabelle terduduk di kursi sofa dengan kaki menjuntai. Matanya yang hitam menatap ke arahnya, sementara senyumnya yang suram melengkung pucat. Setelah melihat boneka itu dengan tanpa menyentuhnya, Ed kemudian kembali ke dapur. "Dari mana boneka itu berasal?" Ed bertanya kepada Donna.

"Itu hadiah." Donna menjawab, "Ibuku memberikannya kepada saya pada hari ulang tahun terakhir saya."

"Apakah ada alasan mengapa dia membelikanmu boneka?" Ed ingin tahu.

"Tidak. Itu hanya sekedar untuk hiasan." jawabnya.

"Oke." Ed melanjutkan. "Kapan pertama kali Anda mulai mengalami keanehan-keanehan?"

"Sekitar setahun yang lalu," jawab Donna. "Boneka itu mulai bergerak di sekitar rumah dengan sendirinya. Ehm, maksud saya bukan bangkit dan berjalan-jalan, atau hal seperti itu. Tapi ketika kita pulang kerja, boneka itu sudah tidak berada di tempat semula."

"Jelaskan bagian itu kepada saya sedikit lebih detil." pinta Ed.

"Setelah saya mendapakan boneka itu ketika ulang tahun saya," Donna menjelaskan, "Saya menaruhnya di tempat tidur saya setiap pagi setelah tempat tidur dibereskan. Kedua tangannya berada di sisi-sisi tubuhnya dan kakinya lurus, seperti dia sedang duduk di sana sekarang. Tetapi ketika kita pulang ke rumah di malam hari, lengan dan kakinya menjadi berbeda posisi. Misalnya, kakinya menjadi menyilang di pergelangan kaki, atau lengan yang akan dilipat di pangkuannya. Setelah seminggu lebih, hal ini membuat kami curiga. Jadi untuk mengujinya, saya sengaja menyilangkan tangan dan kakinya di pagi hari untuk melihat apakah boneka itu benar-benar bergerak. Dan tentu saja, malam hari ketika kita datang kembali ke rumah, lengan dan kaki berubah posisi kembali."

"Ya, tapi lebih dari itu," tambah Angie. "boneka tersebut juga berpindah kamar dengan sendirinya. Kami datang rumah satu malam dan boneka Annabelle sedang duduk di kursi dekat pintu depan. Sedang berlutut! Yang lucunya adalah, ketika kita mencoba untuk membuat bonekanya berlutut, kami hanya membuatnya jatuh, tidak bisa membuatnya berlutut lagi. Di waktu lain, kami akan menemukannya duduk di sofa, meskipun ketika kami meninggalkan rumah di pagi hari boneka itu berada di kamar Donna dengan pintu tertutup!"

"Ada lagi?" tanya Lorraine.

"Ya," kata Donna. "Ada catatan kecil dan pesan yang tertinggal. Tulisan tangannya seperti dibuat oleh seorang anak kecil."

"Apa pesan itu?" Ed bertanya.

"Pesan itu tak berarti apa-apa bagi kami, seperti menuliskan Help Us atau Help Lou, semacam itu." jawab Donna.

Ed dan Lorraine lantas saling berpandangan.

Hasil Investigasi

Keluarga Warren, setelah berbicara dengan Donna, Angie, dan Lou sampai pada kesimpulan bahwa boneka itu sendiri sebenarnya tidak dirasuki, tetapi dimanipulasi oleh kehadiran roh. Roh tidak merasuki benda mati seperti rumah atau mainan, tapi mereka merasuki manusia. Roh halus dapat menempelkan dirinya sendiri ke suatu tempat atau objek, dan inilah yang terjadi pada Annabelle. Roh halus ini memanipulasi boneka dan menciptakan ilusi bahwa boneka itu hidup untuk mendapatkan pengakuan. Sesungguhnya, roh halus itu tidak ingin tinggal melekat pada boneka, ia ingin merasuki manusia.

Roh halus, pertama-tama mulai menggerakan benda-benda di sekitar apartemen dengan cara teleportasi untuk membangkitkan rasa ingin tahu penghuni dengan harapan bahwa mereka akan memberikan respon. Lalu, seperti yang telah kita duga, penghuni melakukan kesalahan dengan membawa media, Annabelle, ke apartemen untuk berkomunikasi dengannya.

Maka dari itu, roh tersebut sekarang dapat berkomunikasi melalui media boneka, membuat para gadis ini ketakutan, bahkan diberi izin oleh Donna untuk menghantui rumahnya. Setelah itu, kejadian-kejadian aneh pun terjadi, melalui gerakan aneh dari boneka itu, menulis teks-teks atau tulisan-tulisan, darah, dan akhirnya bahkan menyerang Lou dengan meninggalkan tanda luka.

Tahap selanjutnya dari fenomena ini, adalah merasuki para penghuni rumah. Seandainya kejadian-kejadian ini berlangsung 2 atau 3 minggu lagi, roh halus akan sepenuhnya merasuki mereka, dan satu per satu penghuni rumah akan dibuatnya terbunuh.

Pada akhir investigasi, suami istri meminta Pastor Cooke untuk memberkati rumah tersebut. Atas permintaan Donna, dan sebagai tindakan pencegahan lebih lanjut terhadap fenomena yang pernah terjadi di rumah lagi, Warrens mengambil boneka kain besar bersama dengan mereka ketika mereka pergi.

Cerita Belum Berakhir

Pastor Cooke meskipun tidak nyaman dengan perannya sebagai pengusir setan, setuju untuk melakukan ritual exorcism, pengusiran setan. Mereka sepakat untuk membawa boneka Annabelle ke rumahnya, Ed menempatkan boneka itu di jok mobil bagian belakang, dan menyepakati bahwa roh halus sudah tidak mengikuti boneka itu.

Kecurigaan muncul. Pada setiap tikungan jalan, entah bagaimana mobil yang ditumpangi Ed berbelok secara mendadak dan tak bisa dikendalikan serta rem tiba-tiba blong. Berulang kali mobil yang ditumpangi Ed tabrakan. Serta merta, Ed meraih tas hitamnya dan mengeluarkan sebotol kecil air suci dan disiramkan kepada boneka tersebut. Gangguan berhenti dengan segera, dan mereka tiba di rumah.

Setelah Warrens tiba di rumah, Ed mendudukan boneka itu di kursi di samping mejanya. Boneka tersebut melayang beberapa kali, sebelum kemudian jatuh. Selama minggu-minggu berikutnya, boneka itu mulai muncul di berbagai ruangan rumah secara tiba-tiba. Ketika keluarga Warren sedang pergi dan meninggalkan boneka itu dikurung di ruang kerja, mereka sering akan kembali menemukannya duduk nyaman di lantai atas di kursi santai Ed.

Boneka tersebut juga menunjukkan kebencian terhadap pendeta yang datang ke rumah.

Salah satu contoh, seorang pendeta bernama Jason Bradford datang ke rumah. Setelah melihat boneka tersebut duduk di kursi, ia mengambilnya dan berkata, "Kamu hanya sebuah boneka, Annabelle, kamu tidak bisa menyakiti siapa pun", dan melemparkan boneka itu ke kursinya kembali.

Ed memperingatinya dengan berkata, "Lebih baik Anda jangan berkata seperti itu".

Satu jam kemudian sebelum beranjak pulang, Lorraine berkata pada pendeta tersebut untuk harap berhati-hati dalam mengemudi dan meneleponnya ketika ia tiba di rumah. Beberapa jam kemudian, pendeta tersebut mengatakan bahwa rem mobilnya blong setelah memasuki perempatan jalan yang ramai, yang menyebabkan tabrakan panjang yang menghancurkan mobilnya.

Keluarga Warrens memiliki ruang khusus yang dibangun untuk Annabelle di dalam Museum Occult miliknya, tempat di mana dia tinggal sampai sekarang. Sejak kasus yang terakhir yang menimpa pendeta tadi, Annabelle tidak lagi  menyebabkan hal buruk terjadi. Tapi dia dianggap bertanggung jawab atas kematian seorang pemuda yang datang ke museum dengan sepeda motor bersama pacarnya. Pemuda tersebut, setelah mendengar cerita Ed tentang boneka tersebut, menantangnya dan mulai menggedor kotak kaca tempat Annabelle berada. Dia bersikeras bahwa jika boneka itu dapat membuat seseorang terluka, maka dia ingin juga merasakannya. Ed berkata kepada orang muda, "Sebaiknya kamu keluar saja dari sini".

Dalam perjalanan pulang, pemuda dan pacarnya tertawa dan mengolok-olok boneka Annabelle ketika kemudian ia kehilangan kendali atas motornya dan menabrak pohon. Kepalanya terbentur, dan pemuda itu tewas seketika tapi pacarnya selamat dan dirawat di rumah sakit selama lebih dari setahun. Ketika ditanya apa yang terjadi, wanita muda tersebut menjelaskan bahwa mereka tertawa tentang boneka itu ketika mereka kehilangan kendali atas sepeda motor.

Tidak ada komentar: