Minggu, 13 September 2015

Candle Cove


          NetNostalgia Forum - Televisi (lokal)

Skyhale033
Subyek: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Adakah seseorang yang mengingat acara ini? acara itu berjudul Candle Cove dan aku pasti berumur sekitar 6 atau 7 tahun saat itu. Aku tidak bisa menemukan referensi tentang acara itu dimana pun jadi kupikir itu pasti adalah acara lokal yang disiarkan sekitar tahun 1971 atau 1972. Aku tinggal di Ironton saat itu. Aku tidak bisa meningat di stasiun mana acara itu disiarkan, tapi aku meningat acara itu disiarkan saat waktu yang aneh yaitu 4:00 P.M.

mike_painter65
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Terdengar tidak asing bagiku ..... aku dibesarkan disekitar Ashland dan berumur 9 tahun saat tahun 1972. Candle Cove ..... apakah itu tentang bajak laut? aku mengingat seorang bajak laut berada di depan gua sedang berbicara dengan gadis kecil.

Skyhale033
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     YEAH! Baiklah aku tidak gila! Aku mengingat bajak laut Percy. Aku selalu merasa takut kepadanya. Ia terlihat seperti dibuat dari bagian-bagian boneka lain, dengan harga murahan. Kepalanya adalah kepala boneka bayi porselen yang sudah tua, terlihat begitu tua sampai-sampai terlihat seperti bukan bagian tubuh boneka itu sendiri. Aku tidak bisa mengingat pada stasiun apa acara ini disiarkan! Kupikir itu bukan WTSF.

Jaren_2005
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Maaf karena telah membangkitkan thread lama ini lagi tapi kupikir aku tahu dengan jelas apa yang kau maksud, Skyhale. Kupikir Candle Cove disiarkan hanya beberapa bulan sekitar tahun 1971, bukan tahun 1972. Ketika itu aku berumur 12 tahun dan aku menonton acara itu selama beberapa kali dengan adikku. Itu disiarkan di channel 58, di stasiun apapun itu. Ibuku mengizinkanku menonton acara itu setelah berita. Biar kuingat-ingat lagi.
     Acara itu berada di tempat disebut dengan Candle Cove, acara ini tentang seorang gadis kecil yang membayangkan dirinya berteman dengan seorang bajak laut. Kapal bajak laut itu sendiri disebut Laughingstock, dan bajak laut Percy bukanlah bajak laut yang bagus karena ia mudah sekali merasa ketakutan. Dan ada musik Calliope yang terus menerus diputar. Aku tidak dapat mengingat nama gadis kecil itu. Kupikir namanya adalah Janice atau Jade. Tapi setelah kupikir-pikir mungkin namanya adalah Janice.

Skyhale033
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Terima kasih Jaren!!! Kenangan demi kenagan tentang acara itu mulai kembali setelah kau menyebutkan Laughingstock dan channel 58. Aku ingat haluan kapal itu seperti sebuah senyuman yang diukir oleh kayu, dengan rahang bawahnya terendam. Itu terlihat seperti kapal itu sedang menelan lautan dan memiliki suara tawa Ed Wynn yang buruk. Aku terutama mengingat bagaimana ketika mereka mengganti model kayu/plastik, menjadi boneka puppet yang dapat berbicara.

mike_painter65
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     ha ha ha aku dapat mengingatnya juga sekarang :) apa kau mengingat bagian ini Skyhale "Kau harus ..... masuk ..... KEDALAM."

Skyhale033
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Ugh mike, aku merinding membaca itu. Ya aku mengingatnya. Itu adalah kata-kata yang diucapkan oleh kapal untuk Percy ketika ada tempat menyeramkan yang harus ia masuki, seperti sebuah gua atau ruangan gelap tempat dimana harta karun berada. Dan cameramen akan menyorot wajah Laughingstock's dengan perlahan. KAU HARUS ..... MASUK ...... KEDALAM. Dengan kedua bola matanya miring dan gelembung air dari rahang bawahnya dengan kail pancing yang membuka dan menutupnya. Ugh, itu begitu tampak murahan sekaligus mengerikan.
\     Kalian mengingat penjahatnya? Dia memiliki kumis panjang dengan gigi yang menyempit.

kevin_hart
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Aku sejujur-jujurnya menganggap bajak luat Percy lah penjahatnya. Aku berumur 5 tahun ketika acara itu disiarkan. Benar-benar sebuah mimpi buruk.

Jaren_2005
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Ia bukanlah penjahatnya, boneka dengan kumis. Itu adalah karakter pendukung penjahat, namanya Horace Yang Mengerikan. Dia memiliki monokel (penutup mata) juga, tapi itu diatas kumisnya. Dulu kupikir itu karena ia hanya memiliki satu mata.
\    Tapi yah, penjahatnya adalah boneka lain. Ia adalah The Skin-Taker (Pengambil Kulit). Aku masih tidak bisa percaya apa yang mereka tontonkan kepada kita waktu itu.

kevin_hart
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Ya tuhan, The Skin-Taker. Acara anak-anak apa yang kita tonton waktu itu? aku benar-benar tidak bisa melihat ke layar televisi ketika The Skin-Taker muncul. Dia hanya keluar dari petinya, ia hanya berbentuk kerangka manusia dengan topi cokelat usam dan sebuah jubah cokelat yang sama-sama sudah tua. Dan mata kacanya yang terlalu besar untuk tengkorak kepalanya.

Skyhale033
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Bukankah topi cokelat dan jubah tuanya dijahit dengan berantakan? bukankah itu adalah kulit anak-anak yang dijahit menjadi satu??

mike_painter65
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Yeah kupikir juga begitu. Masih mengingat mulutnya tidak membuka dan menutup, rahangnya hanya turun kebawah dan kemudian kembali keatas ketika berbicara. Aku masih mengingat gadis kecil itu mengatakan, "mengapa mulutmu bergerak seperti itu?" dan kemudian The Skin-Taker tidak menatap kepada gadis itu melainkan kamera dan kemudian menjawabnya "UNTUK MENGOYAK KULITMU."

Skyhale033
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Aku sangat merasa lega karena ada orang lain yang mengingat acara mengerikan ini!
     Aku memiliki kenangan mengerikan ini, sebuah mimpi buruk setelah opening-scene berakhir, acara memudar dari hitam, dan semua karakter berada disana, tapi kameranya hanya menyorot wajah mereka satu per satu, dan mereka hanya menjerit, dan para boneka dan marrionete hanya memukul-mukul sambil tersentak. dan mereka semua hanya menjerit, menjerit dengan keras. Gadis kecil itu hanya mengerang dan menangis seolah-olah ia telah melewati kejadian itu selama berjam-jam. Aku terbangun berkali-kalid dari mimpi buruk itu, dan mendapati diriku membasahi tempat tidurku ketika mendapatkan mimpi itu.

kevin_hart
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Aku pikir itu bukanlah sebuah mimpi. aku mengingatnya. aku mengingat itu adalah sebuah episode.

Skyhale033
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Tidak tidak tidak, tidak mungkin. Itu tidak memiliki alur cerita atau apapun, maksudku mereka hanya berdiri disana sambil menjerit dan menangis di seluruh acara.

kevin_hart
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Mungkin sajah pikiranku membuat-buat kejadian itu, tapi aku bersumpah aku melihat apa yang kau jelaskan. mereka hanya menjerit.

Jaren_2005
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Oh Ya Tuhan. Yeah. Gadis kecil itu, Janice, aku melihat ia hanya menangis disana dan bergetar. Dan kemudian The Skin-Taker menjerit melalui gigi-giginya, rahangnya membuka dan menutup dengan liar kupikir itu berasal dari kawat engsel. Aku mematikan acara itu. Dan itu adalah terakhir kalinya aku melihat acara itu. Aku berlari ke adikku dan menceritakan apa yang terjadi, kami tidak berani untuk menyalakannya lagi.

mike_painter65
Subyek: Re: Acara televisi anak-anak Candle Cove?
     Hari ini aku  mengunjungi ibuku yang sedang dirawat di rumah sakit. Aku menanyakannya tentang ketika aku masih kecil saat tahun 70-an, ketika aku berumur 8 atau 9 tahun dan jika seandainya ia mengingat acara anak-anak itu, Candle Cove. Ia bilang bahwa ia terkejut karena aku mengingat acara itu dan aku bertanya kenapa, dan ia menjawab "karena kupikir itu begitu aneh bahwa kau bilang 'aku akan menonton Candle Cove sekarang, ma' dan kemudian kau berlari menuju depan tv dan menyalakannya ke saluran statis dan hanya menonton stasiun mati selama 30 menit. Kau memiliki imajinasi yang besar dengan acara bajak laut kecilmu itu."

Senin, 13 Juli 2015

Barbie.avi

     Halo. Hal ini terjadi padaku beberapa bulan yang lalu; hanya sajah aku harus membagi cerita ini keorang lain.

     Ini semua bermula ketika aku berada di pesta temanku. Ia adalah seorang seniman yang menyewa apartemenya di lahan industri. Jika kau bisa membayangkan Detroit ketika tahun 1920-an, maka seperti inilah tempat itu sekarang. Sekelompok pabrik-pabrik tua yang berjajar sepanjang sepuluh blok.

     Kebanyakan dari mereka sudah tidak digunakan dan ditinggalkan.

     Jadi, aku berpesta begitu gila pada malam itu dan kemudian memutuskan untuk tidur di sofa di lantai atas.
Aku bangun sekitar jam 4 pagi, matahari masih belum terbit tapi aku masih bisa melihat benda-benda dalam keremangan. Aku pergi ke kamar mandi, dan mencoba sebisa mungkin untuk tidak menginjak orang-orang yang pingsan di lantai. Ketika aku membasuh muka di kamar mandi, aku berjingjit untuk melihat ke luar jendela, diluar sanah terhampar tanah yang begitu sepi.

     Aku ingat betapa aku sukanya suasana tempat seperti ini. Ini begitu gelap dan sepi, tapi anehnya menenangkan.

     Jadi, aku kembali berjalan ke sofa dan mencoba untuk kembali tertidur. Setelah 45 menit terus menerus menatap langit-langit, aku sudah tidak tahan lagi, aku tidak bisa terus menerus berada disini. Jadi, aku memutuskan untuk menelepon untuk membangunkan pacarku dan memintanya mengantarku pergi, karena berjalan sendirian di tempat sepi seperti ini bukanlah pilihan yang bagus. Memiliki seorang pacar itu menganggumkan, ia bilang ia akan segera menjemputku, dan akan meneleponku ketika ia berada diluar. Sepuluh menit kemudian, ponselku mati, jadi aku memutuskan untuk duduk di dekat jendela dan menatap keluar untuk menunggu mobilnya tiba. Setelah beberapa saat, mataku terasa berat dan kemudian akupun terlelap.

     Sebuah suara diluar apartemen membangunkanku. Suara itu tidak berisik, tapi cukup untuk dapat membangunkanku dari tidur. Aku melihat keluar jendela, dan mencari asal suara itu, tapi aku tidak melihat ada seorangpun diluar sanah. Di seberang jalan dari apartemen, aku bisa melihat sebuah gundukan kantong sampah dan dari salah satu kantong sampah aku bisa melihat sebuah komputer, dan monitornya membentur lantai, yang sebelumnya komputer itu tidak ada disana.

     Saat pacarku tiba, aku pergi ke bawah dan menyapanya. Saat ketika aku hendak masuk kedalam mobil, aku ingat salah satu temanku yang telah merussakan power-supply miliknya. Jadi, aku pergi ke tempat sampah tadi untuk melihat-lihat apa yang aku bisa temukan. Monitornya tidak berharga, tapi bagian CPU sepertinya tak memiliki kerusakan, jadi aku memasukkannya ke bagasi mobil, dan kamipun berangkat.

     Hampir seminggu telah berlalu, dan aku telah benar-benar lupa akan komputer tower, sampai pacarku menelepon dan memintaku untuk mengambil tower dalam bagasi mobilnya. Malam itu aku membawanya kerumah. Sebelum aku membongkarnya, aku mencoba komputernya apakah masih bisa berjalan, dan ternyata bisa. Komputer tower itu Windows XP, dan sepertinya data komputer tersebut telah dibersihkan. Aku memutuskan untuk mencari kata-kata seperti "S*x" atau "P*rn"dengan harapan dapat melihat data-data rahasia milik si pengguna sebelumnya yang lupa ia hapus. Keingintahuan kurasa. Aku mengkliknya dan tanpa hasil. Mencari File Gambar, dan tak ada yang muncul. Dan akupun mencari File Video, dan satu video muncul. File itu berjenis .avi  dengan judul "Barbie" yang disembunyikan di WINDOWS/system32 directory.

     Jadi, aku memputarnya. Dan sekarang hal ini menjadi benar-benar mengganggu.

     Film itu waktunya sekitar satu jam lamanya, dan jika dilihat dari cara pengambilan videonya seperti film jenis footage. Film dimulai dengan seorang wanita yang sedang duduk dan berbicara dengan latar belakang tembok putih. Aku hampir melewatkan seluruh bagian film, karena video itu terus menerus menampilkan hal yang sama. Kemudian, aku memutuskan untuk duduk dan benar-benar menonton film itu karena ingin tahu apa yang sebenarnya wanita itu katakan. Lima belas detik pemutaran, suara rekamannya benar-benar buruk dan suara perempuan itu tenggelam oleh harsh static. Aku tidak bisa mendengar apapun yang ia bicarakan.

     Jadi, aku memindahkan file itu ke final cut dan mencoba bermain-main dengan pengaturan suara agar mengisolasi suaranya. Ini sedikit membantu, tapi aku masih bisa mendengar apa yang ia katakan. Sekarang aku benar-benar tertarik dan benar-benar memperhatikan mulai dari suara, gerak bibir, dan isyarat tubuh. Sepertinya wanita itu sedang ditanyai semacam pertanyaan, karena ia berhenti untuk mendengarkan, dan kemudian terus bicara.

     
Sekitar lima belas menit telah berlalu, dan wajah perempuan tersebut mulai memerah dan terlihat menggelengkan kepalanya, seolah-olah pertanyaan yang dilontarkan telah mengganggunya ... tapi ia tetap menjawabnya. Tak lama setelah itu ia mulai menangis. Ia terisak-isak dengan histeris selama film berlangsung. Salah satu kata yang bisa kubaca dari gerakan mulutnya adalah "kulit". Dia mengulangi kata itu berkali-kali sepanjang film berlangsung dan bahkan pada suatu saat dia menarik kulit tangannya dan mengucapkan kata itu. Dia terlihat tidak senang akan kulitnya.

     Ada lebih banyak hal yang harus kucerna, tapi ini semakin larut dan aku tidak bisa lagi melanjutkannya. Jadi, aku meutuskan untuk melanjutkannya esok pagi. Tuhan menyelamatkan jiwaku.

     Ini terus berlangsung terus menerus, dan sekitar 40 menit ia terus menangis dengan keras ia bahkan tidak melihat ke kamera. Ia berhenti berbicara pada saat ini, dan sisa film hanyalah isakan tangisnya sambil menundukkan kepalanya. Anehnya, ia tidak mengangkat kepalanya bahkan menggerakan tubuhnya, dan perlahan layar mulai berubah hitam.

     Aku semakin bingung.

     Aku sudah memutar filmnya selama berkali-kali pada malam itu, mencoba untuk mencari infleksi atau bahasa isyarat yang akan mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Aku merasa begitu tertarik, aku ingint tahu lebih banyak. Saat itulah aku menyadari bahwa masih ada 10 menit tersisa setelah layar berubah menjadi hitam, dan sekitar 2 berlalu ada sebuah rekaman tambahan.

      Rekaman itu terus bergetar, bahkan hampir tidak bisa dilihat dengan jelas, dan dengan isi rekaman yang menunjukkan sepasang kaki yang berjalan di sepanjang rel kereta api. Dugaanku adalah kamera tersebut tidak sengaja terbawa ke suatu tempat. Orang dalam video init terus berjalan hampir selama 6 menit dan kemudian berbelok ke hutan dan melalui yang tampak seperti dedaunan yang diratakan oleh kayu lapis. Orang itu terus berjalan diatas jalan yang terbuat dari kayu sampai klip video berakhir.

      Sekarang jantungku mulai berdetak kencang, karena tak jauh dari sini ada rel kereta yang tampak sangat mirip dengan yang ada dalam video. Aku harus memeriksanya.

      Aku menelepon temanku Ezra; ia memiliki tinggi 6'4 kaki dan berat 250 ponds dan benar-benar berotot. Aku meyakinkannya untuk berpetualang denganku. Aku tidak memaksakan, tapi aku merasa jika harus pergi ke hutan untuk mencari sesuatu, punya teman untuk diajak tak ada salahnya. Ide untuk menyelidiki video ini benar-benar membuatku bersemangat sampai-sampai aku tidak bisa tidur.

      Keesokan paginya pada hari sabtu yang cerah, aku mengambil senter, kamera, dan belati sepanjang 7 inchi dengan warna hitam metal dan bergerigi, untuk jaga-jaga. Saat aku berada dirumahnya, ia masih tertidur. Ketika aku mencoba membangukannya, ia menyuruhku untuk pergi. Aku telah mengepak barang-barang yang kubutuhkan, dan aku telah menyiapkan mental untuk pergi. Jadi, aku memutuskan untuk tetap pergi walaupun tanpa dengannya. Aku memarkirkan mobil di stasiun kereta api, dan mengambil barang-barangku, dan kemudian turun ke rel.

     Setelah berjalan sekitar 2 jam, aku melihat sepotong kayu lapis yang telah rusak, lututku mulai bergetar dan bahkan membuat tubuhku lemas karena ketakutan.

      Aku berjalan dengan perlahan, mencoba mendengarkan segala sesuatu. Kadang, aku berhenti berjalan, dan melututkan tubuhku, hanya untuk mendengarkan sesuatu ataupun siapapun .... tapi tempat itu begitu hening. Ini adalah salah satu hal yang paling menegangkan yang pernah kulakukan. Aku sendiri tidak tahu apa yang kuharapkan dari ini semua.

      Barisan pohon-pohon ini membuat sebuah jalan, menuju kesebuah lapangan rumput, dan kemudian aku melihatnya, sebuah rumah tua yang telah dimakan oleh hutan. Jika dilihat sepertinya tempat itu telah ditinggalkan selama kurang lebih 20 atau 30 tahun. Aku mengambil kamera milikku, dan memotret beberapa tempat. Beberapa yard dari rumah tua itu ada sebuah gudang yang terbuat dari logam berkarat. Aku hanya duduk disana diantara pepohonan, untuk menenangkan diri.

      Aku tidak ingin pergi ke lapangan rumput itu, aku punya firasat buruk jika ada seseorang yang dapat melihatku.

      Butuh beberapa saat bagiku untuk mengumpulkan keberanian untuk pergi kerumah itu. Pintu depan rumah itu sedikit terbuka, aku kemudian mendorong pintu itu terbuka dengan senter dan melihat bahwa sebenarnya dalam rumah itu begitu remang-remang. Aku kembali menyimpan senterku dan mengambil kamera untuk mengambil beberapa gambar. Tidak ada furnitur rumah. Lantai penuh dengan batu bata dan kayu-kayu dan reruntuhan, bahkan beberapa dinding memiliki lubang yang besar. Akupun kembali mengeksplorasi rumah itu, ada beberapa hal yang tak terlalu kupikirkan saat itu, tapi sekarang aku telah memikirkannya, dan itu benar-benar membuatku terganggu.

      Hal pertama yang menurutku aneh adalah, bahwa salah satu pintu diruang pertama, yang menurutku menuju ke basement, tampak agak terlalu baru untuk dirumah ini. Dan juga, itu adalah satu-satunya pintu yang terkunci dalam rumah itu. Dan juga, ketika aku pergi kelantai dua, aku melihat beberapa kursi dan meja lipat yang terlalu baru untuk rumah itu. Tapi, ada hal yang benar-benar menggangguku ketika berada di rumah itu, yaitu kamar mandi. Debu pada cermin dikamar mandi itu telah terhapus, dan didalam bak mandi aku melihat terpal plastik yang masih ada tetesan air diatasnya, yang kukira, itu sedang dicuci. Saat itulah aku mendengar sesuatu, sebuah suara erangan, dan saat itulah aku berlari kejendela dan segera melompat dari lantai dua rumah, da segera berlari ke mobil.

      Setengah jalan dari sana, aku menyadari bahwa suara erangan itu adalah suara pipa air yang sedang bekerja, dan saat itulah aku menyadari kengerian tempat itu, dan lagi pula mengapa pipa air masih bekerja di dalam rumah tua yang telah ditinggalkan disebuah hutan.

      Sudah sekitar 2 bulan dari peristiwa itu dan aku tidak akan kembali sanah, maupun untuk merencanakannya.

Minggu, 15 Februari 2015

Dark Sleep



     Udah lama nih kaga ngepos-ngepos lagi jadi, ini adalah postingan pertama gw dibulan februari yang kelam ini, gonbenasai guys butuh waktu istirahat dulu buat ngepost lagi.

     Samantha memiliki dua sahabat baik yang bernama Jenny dan Amber. Ayahnya membawa Samantha untuk pergi liburan akhir pekan dan dia pun mengundang kedua sahabat baiknya untuk datang. Keluarganya memiliki sebuah kabin didalam hutan dan pada hari jum'at, ayah Samantha mengantar anaknya dan kedua temannya kekabin itu.

     "Lihat danau itu?" kata Samantha saat mereka sudah tiba. "Itu adalah danau Samantha. Ayahku dulunya dibesarkan disini. Dia sangat menyukai danau itu, dan dia pun menamaiku dengan nama danau itu."

     Pada malam harinya, setelah mereka mengeluarkan barang bawaan mereka, ketiga gadis itu duduk dan memikirkan cara untuk menghibur diri.

     "Apakah ada yang punya cerita seram?" tanya Amber.

     "Aku punya satu," jawab Jenny. "Inia adalah kisah nyata. Ini terjadi pada teman dari temanku. Pada suatu malam dia sedang menjaga dua orang anak kecil. Dia sedang menonton TV dalam kegelapan dan teleponnya berdering. Dia kemudian menggenggam ponselnya dan menjawabnya. Dia mendengar sebuah suara yang sangat berat dan dia berkata 'Apakah kau sudah mengecek anak-anak?'.

     "Jenny ayolah!" sela Amber, "Semua orang sudah pernah mendengar kisah itu. Itu adalah kisah yang paling sering diceritakan sepanjang masa! Apakah yang lainnya punya cerita? yang benar-benar nyata?"

     "Aku tau satu" kata Samantha, "Sekitar 10 menit berjalan kaki dari sini, ada sebuah rumah tua yang hampir rubuh. Kita melewati rumah itu untuk sampai kemari. Rumah itu berada di antah berantah, tersembunyi dibalik sisi - jalan setapak. Beberapa waktu yang lalu, ada seorang pria yang tinggal dirumah itu. Keluarganya benar-benar kaya dan mereka memiliki ratusan hektar tanah disekitar sini.

     Pria itu bertemu dengan seorang gadis desa yang sederhana dari sebuah kota sederhana dan mereka pun jatuh cinta. Keluarganya tidak senang akan hal itu. Mereka berpikir bahwa gadis itu tidak cocok dengannya, tetapi dia tetap mengabaikan hal itu. Dia adalah pria yang tidak suka membeda-bedakan, dan dia pun kemudian pergi dan membangun sebuah rumah kecil di sepotong tanah mereka, di antah berantah.

     Ia menikahi gadis itu, dan semuanya berjalan dengan sangat bahagia. Mereka dikaruniai seorang anak perempuan dan akhirnya mereka pun dikaruniai seorang anak laki-laki. Di saat inilah kisah mulai menjadi buruk. Anak mereka sakit. Tidak secara fisik melainkan mental. Dia memiliki kelainan dikepalanya. Dia tidak cacat mental atau apapun. Dia hanya sedikit berbeda.

     Pada saat ia berusia sembilan tahun, ia menjadi tidak bisa hanya ditangani oleh kedua orang tuanya, mendadak marah, pola tidur yang tidak teratur, menghilang kedalam hutan untuk bersembunyi, dan hal-hal lainnya. Tidak apa yang harus dilakukan kepada anaknya, pria itu berpaling ke keluarganya untuk mendapat bantuan.

     Orang tuanya membawa anak laki-laki itu pergi. Mereka membawanya jauh kedalam hutan. Tempat itu bukanlah sebuah rumah sakit jiwa, tetapi membantu orang-orang yang perlu kebutuhan khusus, jika kalian tahu apa yang kumaksud. Orang tuanya berpikir bahwa ini adalah jalan yang terbaik.

     Seiring waktu, keluarga itu terbisa tidak memiliki bocah itu disekitar. Mereka secara bertahap tidak mengunjunginya lagi. Mereka berperilaku seakan-akan mereka tidak pernah memiliki anak laki-laki dan semuanya berjalan bahagia kembali.

     Delapan tahun kemudian, anak laki-laki itu, yang sudah berumur sekitar 16 atau 17 tahun, berhasil melarikan diri dari rumah sakit itu. Para staf mencari dia tetapi tidak membuahkan hasil. Keluarganya diberitahu dan mereka pun hancur. Mereka khawatir akan keselamatannya, ia berada sendirian di alam liar selama berminggu-minggu dan mungkin ia sudah mati.

     Tetapi anak itu tidak mati. Pada suatu malam ia menemukan jalan pulangnya kembali. Dia merayap kerumahnya dan, satu per satu anggota keluarganya dibantai, Ayahnya..... Ibunya..... Saudaranya..... semuanya dipotong berkeping-keping.

     Dengan darah yang masih mengaliri kapak, ia menghilang kedalam hutan. Ketika mayat keluarganya ditemukan beberapa hari kemudian, penduduk disekitarnya merasa ngeri. Polisi berusaha mencari anak itu, tapi tak pernah berhasil. Sampai hari ini ia tidak pernah ditemukan.

     Semenjak itu, setiap tahun, saat musim panen, orang-orang mulai menghilang. Dan ditempat mereka, boneka jagung - berkulit akan tertinggal. Legenda menyatakan, jika anak itu sekarang masih menjelajahi hutan bagian ini.

     Kota-kota sekitarnya telah mulai mempercayai legenda itu dan mereka pun akan menggantungkan sebuah boneka di depan pintu rumah mereka untuk perlindungan. Mereka mengatakan jika anak itu melihat boneka tergantung di depan pintu rumah mereka, dia akan pergi meninggalkan rumah itu dengan damai. Tidak ada yang tahu legenda itu benar atau tidak, tapi pasti ada boneka yang tergantung di depan setiap rumah di sekitar kota dekat sini.

     "Itu begitu mengerikan!" teriak Jenny. "Apakah kau memiliki boneka yang tergantung di depan pintu kabin?"

     "Tentu sajah," jawab Samantha, "Ayahku tidak percaya akan mitos, tapi ia menggantung boneka di depan kabin ini untuk jaga-jaga."

     "Aku pikir aku membasahi pakaian dalamku," kata Amber.

     "Sebenarnya, rumah itu masih dihantui oleh hantu-hantu dari korban pembunuhan anak itu, dan jika kau pergi ke rumah itu saat larut malam, kau akan mendengarnya teralami lagi."

     "Menurutmu apakah kita bisa pergi kesana?" tanya Jenny.

     "Tentu sajah," jawab Samantha, "Tapi, saat siang hari. Tidak ada gunanya jika kita pergi sekarang."

     Malam itu, ketiga gadis itu tertidur di kamar yang sama dan  meringkuk bersama-sama, mencoba berpura-pura jika mereka tidak ketakutan akan cerita itu, dan mengharapkan ada sebuah ketukan di jendela setiap saat.

     Keesokan paginya, ayah Samantha membuatkan sarapan untuk mereka bertiga, dan kemudian pergi ke danau untuk berenang. Sekitar, tengah hari, mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan ke rumah tua itu.

     Ketika mereka sampai disana, gadis-gadis itu merasakan kehadiran seseorang atau sesuatu di dalam rumah itu. Hal itu cukup untuk membuat mereka merinding. Mereka menjelajahi reruntuhan rumah tua itu, mengintip ke setiap sudut dan memilah-milih puing-puing.

     Setelah beberapa saat, Samantha melihat sesuatu setengah terkubur di dalam tanah. Benda itu adalah buku. Dia menggali keluar dan membersihkannya. Kedua sahabatnya mendekat untuk melihat, mereka membolak-balik halaman buku itu yang sudah menguning.

     "Buku ini mungkin sebuah diari atau semacamnya," kata Samantha.

     "Mungkin ini adalah jurnal miliknya....." bisik Jenny.

     "Diari siapa?" tanya Amber.

     "Pria itu..." jawab Jenny. "Orang yang telah menghabisi keluarganya sendiri."

     Samantha membaca diari itu dengan keras, sedangkan yang lain mendengarkan.

     "Ada dedikasi yang tertulis di sampulnya," kata Samantha. "Bunyinya: untuk keluargayang kucintai serta hargai  yang akan selalu bersamaku."

     "5 September, 1987. Sangat berat untuk terus menerus sendirian. Yang mereka harus lakukan adalah berbicara denganku, tetapi mereka tidak bisa berbicara denganku. Aku kadang mendengar suara mereka saat larut malam. Aku bisa mendengar teriakan mereka. Hal ini begitu kejam dan kelam. Aku membutuhkan kasih sayang. Tetapi mereka tidak mencintaiku. Obat-obatan itu telah pergi, dan aku bebas, bebas dari mereka semua. Jika mereka tidak  menyayangiku, mereka harus pergi. Tertidur dalam kegelapan untuk semua orang. Aku masih bisa mendengar teriakan mereka. Selalu berteriak."

     "4 Desember, 1987. Mereka telah berhenti mencariku. Hal itu adalah keberuntungan buatku. Aku tinggal dihutan. Aku memburu mereka, dan membuat mereka tertidur dalam kegelapan. Sama seperti Ayah, Ibu, dan Kakaku. Aku mengunjungi rumahku saat malam hari. Aku masih bisa mendengar suara-suara. Setidaknya, aku bisa mendengar mereka sekarang."

     "3 Oktober, 1995. Aku meninggalkan hutan setahun yang lalu dan pindah ke sebuah kota kecil dekat sinih. Tidak ada yang mengenalku. Tidak ada yang tahu siapa aku sebenarnya. Kadang aku mendengar mereka bercerita tentang kisahku. Itu membuat diriku tertawa. Mereka semua takut padaku. Aku masih datang ke hutan kadang-kadang. Aku menghabiskan malam di rumah tua milikku. Ibu dan Ayah masih bicara dengan ku. Mereka berkata jika mereka bangga padaku."

     "2 November, 1998. Kehidupanku berjalan dengan baik. Aku mendapatkan pekerjaan, dan membeli sebuah rumah. Aku bertemu dengan seorang gadis. Dia sangat pemalu dan cantik. Kadang-kadang aku mengajaknya kedalam hutan. Dia menyukainya. Aku membiarkan Ibu dan Ayahku menemuinya mereka pun menyukainya."

     "1 Juli, 2000. Hari ini adalah hari spesial untukku, akhirnya istriku dikaruniai seorang bayi perempuan. Aku sangat bahagia. Ibu dan Ayah sekarang menjadi Nenek dan Kakek. Istriku tidak melakukannya dengan baik. Sulit sekali untuknya. Mungkin dia tidak akan berhasil. Mungkin dia akan tertidur dalam kegelapan. Aku senang sekali sekarang."

     "13 Agustus, 2010. Aku sangat bangga akan anakku. Dia seperti ku. Kecuali dia lebih pintar dari padaku. Dia tidak punya masalah. Dia tidak bisa mendengar suara-suara itu. Dia pergi ke sekolah dan memiliki banyak teman. Tidak sepertiku. Kadang-kadang aku membawanya kedalam hutan. Aku sangat mencintainya. Aku bahkan menamainya dengan nama danau yang ada dihutan ini, Samantha."

     Untuk beberapa saat, setelah Samantha berhenti membaca, ada keheningan yang ganjil.

     "Apa-apaan?" teriak Jenny.

     "Samantha, apakah ini semacam lelucon?" Tanya Amber dengan gugup, "Ini tidak lucu."

     "Ini... ini tidak mungkin terjadi!" bisik Samantha, "Ini tidak mungkin...."

     Saat itu mereka mendengar sebuah ranting patah dibelakang mereka. Ketika mereka berbalik, mereka melihat ayah Samantha berdiri disana. Ada yang aneh, ada raut wajah sedih dimukanya, dan dia menggenggam kapak di tangannya.

     "Kau tidak seharusnya menemukan itu," gumamnya, "Selamat tidur dalam kegelapan untuk semuanya."

     "Tidak Ayah!" teriak Samantha. "TIDAK! TIDAK! TIDAK! TIDAK!"

     Saat Ayah Samantha selesai memotong-motong tubuh mereka, dia menaruh potongan-potongan itu disebuah pelastik besar dan menguburnya di dalam hutan..... sangat dalam sehingga tidak akan ada yang menemukan mereka..... Sekarang mereka bisa bersama selamanya.

     "Aku akan mengawasi mu sekarang." gumamnya sambil menepuk tanah agar rata dengan sekop. "Kau mungkin tidak akan mengerti untuk sekarang. , tapi kau akan mengerti suatu hari nanti. Ini adalah satu-satunya cara agar kita bisa selalu bersama-sama. Tertidur dalam kegelapan untuk selamanya, kita akan terus bersama selamanya."

Kamis, 05 Februari 2015

The Peephole


     Seorang gadis bernama Donna yang berumur 15 tahun tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah kecil di pinggiran kota. Semenjak ibunya meninggal, Donna selalu mengandalkan ayahnya untuk segala urusannya. Mereka memiliki hubungan yang harmonis dan saling menyayangi satu sama lain.

     Suatu pagi, ayah Donna pergi  untuk perjalanan bisnis. Saat mereka sarapan, ayah Donna berkata jika dia akan pulang larut malam. Setelah itu, ia mencium kening anaknya, mengambil tas, dan kemudian berjalan keluar dari rumah.

     Kemudian pada hari itu, ketika Donna pulang dari sekolah, ia mengerjakan beberapa pekerjaan rumah dan menonton TV. Ketika tengah malam, ayahnya masih belum pulang sehingga ia memutuskan untuk pergi ke tempat tidur.

     Pada malam itu ia mengalami sebuah mimpi. Dia melihat bahwa dirinya sedang berdiri di tepi jalan raya yang begitu sibuk. Mobil dan truk melaju dengan kecepatan tinggi. Dia memandang ke seberang jalan dan melihat sosok seseorang yang sepertinya ia kenal. Itu adalah ayahya, tanganya seperti membentuk sebuah corong disekitar mulutnya dan tampaknya ia berteriak ke pada Donna, tetapi dia tidak bisa mendengar apapun.

     Saat mobil-mobil melaju dengan sangat cepat, ia berusaha mendengar apa yang ayahnya katakan. Mata ayahnya begitu sedih. Dia tampak sangat putus asa untuk mengatakan kepadanya. Dia berhasil mendengar beberapa kata dari ayahnya: "Jangan..... buka..... pintunya....."


     Tiba-tiba, Donna terbangun dari mimpinya oleh suatu suara yang aneh.

     Tap Tap Tap.

     Kemudian ada seseorang yang membunyikan bel di lantai bawah.

      Ding ding ding.

     Dia bergegas bangun dan langsung memakai sendal tidurnya. Kemudian, dengan hanya menggunakan baju tidurnya ia bergegas menuruni tangga menuju pintu depan.

     Dia kemudian mengintip melalui lubang pintu untuk mengecek. Ia melihat ayahnya sedang berdiri di luar sambil terus menatap kepadanya. Sedangkan, bel pintu terus berdering.

     "Ok, tunggu! Aku datang!", teriaknya.

     Dia kemudian membuka kunci pintu dan hendak membuka pintu, sampai ia berhenti.

     Ia kembali mengintip ayahnya melalui lubang pintu. Sesuatu tentang ekspresi ayahnya terlihat janggal, matanya terbuka lebar, sepertinya ia sangat ketakutan.

     Dia kembali mengunci pintu rumahnya.

     "Ayah!" teriaknya dari balik pinut, "Apakah kau lupa kuncimu?"

     Ding ding ding.

     "Ayah, jawab aku!!"

     Ding ding ding.

     "Ayah, tolonglah! Aku perlu kau menjawab ku!"

     Ding ding ding.

     "Apakah ada orang lain, bersamamu?"

     Ding ding ding.

     "Kenapa kau tidak menjawab ku?"

      Ding ding ding.

     "Aku tidak mau membukakan pintu, sampai kau menjawab ku!"

     Bel pintu terus berdering dan berdering, tetapi untuk beberapa alasan ayahnya menolak untuk menjawab teriakan putus asa dari anaknya.

     Selama sisa malam, gadis yang ketakutan itu terus menerus meringkuk di sudut lorong, tak berdaya sambil terus menerus mendengar bel dari pintu yang terus menerus dibunyikan. Tampaknya hal itu sudah berlangsung selama beberapa jam, dan akhirnya ia terlelap kedalam tidur yang begitu gelisah.

     Saat fajar tiba, ia terbangun dan sadar bahwa segalanya begitu tenang. Dia merangkak ke pintu depan dan kemudian melihat melalui lubang pintu. Ayahnya masih ada disana, terus menatap kepadanya.

     Dia dengan sangat hati-hati membuka pintu dan dihadapkan dengan sebuah pemandangan yang begitu mengerika.

     Kepala ayahnya tergantung dari paku yang berada diatas pintu. Ada sebuah catatan yang melekat di bel pintu.

     Disitu tertulis: "Gadis pintar!".

Kamis, 29 Januari 2015

Twist Ending


     Ada seorang penulis terkenal bernama David, yang telah menulis cukup banyak novel horor terlaris. Semua kritikus dan sastrawan memuji bakatnya akan menulis buku-bukunya yang memiliki adegan twist ending dan akhir yang mengejutkan. Dia menerima banyak sekali surat penggemar setiap harinya, dan bahkan beberapa penulis pemula mengirimnya naskah cerita buku mereka dengan harapan ia akan membantu mereka untuk mewujudkan bukunya agar bisa diterbitkan.

     Sementara David mengambil kesenangan untuk menjawab pesan-pesan penggemarnya, dia lebih suka mencuri ide dari penulis-penulis amatir. Jika ia dikirmkan sebuah naskah cerita yang bagus untuk cerita seram, ia akan menggunakan ide itu untuk salah satu bukunya sendiri dan menyangkal penulis amatir yang mengirimkannya dengan berbagai cara. Kemudian, untuk menutup-nutupi pencuriannya ia akan menarik beberapa temannya yang bekerja di industri penerbitan untuk memastikan bahwa penulis asli tidak akan pernah menerbitkan hasil karyanya di masa yang akan datang.

     Suatu hari, David menerima naskah cerita baru melalui kotak pos. Naskah itu terikat di dalam sebuah buku hardcover yang indah. Dia membaca bab pertama dan ia merasa bahwa ia tahu bagaimana cerita ini akan berakhir. Saat ia terus membaca, ia menjadi lebih yakin bahwa ia tahu bagaimana cerita ini akan berakhir. Cerita itu berakhir dengan cukup lama, tetapi ingin cepat-cepat melihat bagian akhir naskah itu untuk membuktikan apakah dia benar.

     Ketika David sampai di bab terakhir, ia sadar bahwa beberapa halaman terakhir buku berdempetan, kemudian ia menarik halaman itu agar bisa terlepas. Ia merasa lelah akan terus membaca tetapi ia terus membaca. Akhirnya, ia sampai di akhir buku. Cerita itu benar-benar membuat adegan twist ending untuk buku itu yang persis ia pikirkan. Sang suami telah gantung diri setelah istrinya melakukan bunuh diri di kamar sebelah. David kemudian membuat catatan agar ia bisa mencuri ide buku itu untuk ia gunakan di buku berikutnya.

     Kemudian, ia melihat bahwa, setelah kata "The End - Tamat", ada sebuah tulisan tangan dari si penulis asli untuk David. Bunyinya:

     "Aku tahu kau akan berencana untuk mencuri ide-ide dalam buku ini. Aku tahu, karena kau telah melakukan hal yang sama persis kau lakukan kepadaku ketika terakhir kali aku mengirimkan naskah kepadamu. Kau menerbitkan buku itu dengan namamu sendiri tanpa menulis namaku disana. Kau menghancurkan kehidupanku di dunia perindustrian buku. Tak seorang pun akan menerima tulisanku lagi dan aku tidak akan pernah bisa mempublikasikan cerita-ceritaku lagi. Kau telah menghancurkan kehidupanku dan sekarang aku akan membalas dendam. Kau harus memisahkan halaman belakang untuk membaca ini, bukan? Nah halaman tersebut sebenarnya berisi racun. Arsenik, tepatnya. Apakah dirimu merasa lelah? sebenarnya itu hal yang biasa terjadi. Itu adalah salah satu gejala keracunan arsenik. Segera, detak jantungmu akan berdetak lambat, dan kemudian menjadi lebih lambat dan akhirnya jantung akan benar-benar berhenti berdetak untuk selamanya. Jangan repot-repot untuk memanggil ambulans. Kau akan segera mati sebelum mereka tiba. Kau sudah terlalu lama terkenal. Selamat tinggal, David. beberapa sentuhan akhir untuk cerita memang sangat sulit untuk diprediksi."

Bay Window


     Pada suatu malam di musim saalju yang begitu dingin, seorang gadis berumur enam belas tahun yang bernama Brittany Snow, sedang berada di rumah seorang diri, sambil menonton TV. Orang tuanya sedang pergi ke pesta makan di rumah salah satu temannya. Semenjak sore salju telah turun dengan lebat, tetapi Brittany merasa nyaman karena ia sedang duduk di sofa yang berada di ruang keluarga, sambil diselimuti oleh selimut yang hangat.

     Ketika tengah malam tiba, orang tua Brittany masih belum pulang dan ia mulai merasa tidak nyaman akan hal itu. Ia tidak mau menelepon orang tuanya karena dia pasti akan dianggap tidak bisa mengurus dirinya sendiri.

     Televisi ada di sudut ruangan, disebelah jendela yang besar. Dia sedang menonton salah satu film favoritnya, sebuah film horor yang berjudul Prom Night, ketika tiba-tiba, dari sudut matanya, ia melihat sesuatu bergerak di luar jendela.

      Melalui kegelapan dan hujan salju, dia bisa melihat sosok seorang pria, sedang berjalan melalui jendela. Ketika pria itu semakin dekat, ia bisa melihat wajah pria itu dengan penuh kengerian.

     Wajah pria itu begitu menyeramkan karena banyak bekas luka di wajahnya, matanya liar dan begitu gila, dan tampaknya pria itu menyeringai gila kepadanya. Ketakutan, Brittany meraih selimutnya dan kemudian bersembunyi dibalik selimut itu. Dia benar-benar tidak berani untuk bergerak sedikit pun.

     Perlahan-lahan, ia menarik selimut itu kebawah hanya agar bisa mengintip walaupun dengan sebelah mata saja. Lelaki itu masih ada disana, ia hanya berdiri disana, lelaki itu terus menerus menatap Brittany ketika salju turun dibelakang pria itu. Kemudian, lelaki itu merogoh mantelnya dan kemudian mengeluarkan sesuatu dibalik mantelnya. Itu adalah sebuah pisau yang begitu panjang.

     Dilanda ketakutan, Brittany kembali menarik selimut keatas kepalanya dan berharap pria gila itu akan mengira dirinya hanyalah sebuah selimut yang diletakkan diatas sebuah sofa. Dia berhasil menggerakan tanganya secara perlahan agar bisa meraih kantongnya dan kemudian mengeluarkan ponsel miliknya. Dengan perasaan panik ia menekan tombol di ponselnya, dan kemudian memanggil 911 dan menahan napas sambil menunggu jawaban.

     Saat operator bertanya "Apa keadaan darurat mu?", Brittany mendekatkan ponselnya dekat dengan wajahnya dan berbisik "Ada seorang pria diluar rumahku. Dia memegang sebuah pisau. Tolong datang dengan cepat."

     Dia duduk dibawah selimutnya tanpa bersuara, selama bermenit-menit ia menunggu. Akhirnya, ia mendengar suara sirene diluar rumahnya dan kemudian polisi mulai mengetuk pintu depan rumahnya.

     Brittany melepas selimutnya dan kemudian bergegas berlari kearah pintu depan, dan membiarkan kedua polisi itu masuk kedalam rumahnya. Polisi itu berkata kepadanya jika mereka tidak  melihat jejak seseorang di luar rumahnya.

      "Dia ada disana", kata Brittany, sambil menunjuk ke jendela, yang mengarah ke halaman depan rumahnya yang telah tertutupi salju.

     "Itu tidak mungkin", kata petugas perempuan. "Tidak mungkin ada orang disana. Salju itu benar-benar terlihat tidak tersentuh. Jika ada seseorang disana, pasti dia akan meninggalkan jejak diatas salju-salju itu."

     "Tapi dia berada disana, sambil terus memandangiku", kata Brittany. "Aku melihatnya dengan kedua bola mataku sendiri."

     "Kau tahu, mungkin saja matamu mempermainkan dirimu", kata petugas laki-laki. "Mungkin kau sedah terlalu banyak menonton film horor."

     Para petugas berbalik untuk pergi. Tiba-tiba, petugas perempuan berhenti bergerak di tempatnya. Petugas perempuan itu kembali menarik sofa yang telah diduduki Brittany. Kemudian ia menurunkan kepalanya sehingga dagunya berada tepat diatas sofa dan kemudian matanya melebar karena kaget. Brittany dan petugas yang laki-laki pun ikut tersentak.

     Di atas karpet yang berada di belakang sofa ada sebuah jejak yang basah, dan sebuah pisau yang telah di buang.

     "Kau tidak melihat pria di luar jendela.", kata petugas perempuan. "Kau sedang melihat pantulannya. Sebenarnya dia telah berdiri dibelakangmu dari tadi."

Selasa, 27 Januari 2015

Dreams and Nightmares


     Itu adalah sebuah kisah seram yang paling mengganggu dan yang paling seram yang pernah kutahu. Aku tidak ingat semua detilnya, tapi aku akan berusaha menceritakannya sedetil mungkin. Buku ini di anggap sebagai kisah nyata, tetapi aku tidak pernah menemukan informasi lain tentang ini.

     Bertahun-tahun yang lalu, disebuah kota kecil, disebuah tempat di Amerika Serikat, sepasang suami istri dan anak perempuan mereka pindah kesebuah rumah tua.

     Pada suatu mala, gadis kecil itu terbangun dari tidurnya karena mencium bau aneh dari kamarnya. Pada mulanya, dia tidak yakin apakah dia masih bermimpi. Dia hampir tidak bisa bernapas dan udara di kamar itu dipenuhi oleh asap. Saat ia berkedip dan melihat sekeliling kamarnya, dia sadar bahwa kamarnya berbeda dari pada sebelumnya. Kertas dinding dikamarnya terlihat sangat tua dan sudah mengelupas dari tembok kamar. Karpet dikamarnya juga sudah terlihat tipis seperti sudah diinjak-injak selama bertahun-tahun tanpa menggantinya. Barang-barang dikamarnya juga terlihat sudah sangat kuno dan terselimuti jaring laba-laba dan ada juga beberapa barang yang ditutup dengan kain. Begitu ketakutan, dia melompat dari tempat tidurnya dan langsung mencari jalan menuju kamar orang tuanya.

     Beberapa menit kemudian, tetangga yang tinggal didekat rumah itu mendengar sebuah jeritan dari luar rumah mereka dan sebuah ketukan di pintu depan mereka. Saat mereka membuka pintu depan rumah, mereka melihat seorang anak perempuan berdiri diluar rumah mereka. Dia menangis dan mengoceh tak jelas, dan terus menerus menunjuk kerumah anak perempuan itu. Saat mereka melihat melewati tembok taman, mereka melihat rumah gadis kecil itu terbakar.

     Mereka bergegas menelepon pemadam kebakaran, yang kemudian tiba beberapa menit kemudian yang langsung memadamkan api dari rumah gadis itu. Sayangnya, sebagian rumah itu sudah habis terbakar dan diantara reruntuhan rumah itu, mereka menemukan hangus dari kedua orang tua gadis itu. Ternyata kedua orang tua mereka telah terbakar hidup-hidup ketika mereka tertidur di tempat tidur mereka.

     Saat polisi menanyai gadis kecil itu, gadis kecil itu memberitahu sebuah cerita yang mengejutkan dan hampir tidak bisa dipercaya. Saat gadis itu terbangun saat malam hari, dia pergi ke kamar orang tuanya dan kemudian membuka pintu kamar tersebut. Gadis kecil itu dihadapkan dengan sebuah adegan yang begitu mengerikan. Orang tua dari gadis itu terbujur kaku tak bernapas di tempat tidur mereka, dan disana ada dua anak kecil yang berkulit hitam sedang berdiri di dekat mayat orang tua gadis itu. Salah satu anak kecil itu memegang sebuah gunting yang terselimuti oleh darah. Gadis itu berkata bahwa ia mulai menjerit dan kemudian melarikan diri ke rumah tetangga gadis itu.

     Pada mulanya polisi itu tidak mempercayai cerita yang diberitahu oleh gadis kecil itu, dan berasumsi bahwa gadis itu telah mengalami mimpi buruk. Tetapi saat mereka melihat sejarah dari rumah itu, mereka menemukan bahwa pada mulanya rumah itu adalah sebuah sekolah reformasi untuk anak laki-laki yang berkulit hitam. Anak-anak disekolah itu telah diperlakukan begitu buruk oleh orang-orang yang ada disana dan kemudian sekolah itu akhirnya ditutup, dan kemudian diubah menjadi sebuah rumah. Tak ada seorang pun yang bisa meyakinkan bahwa gadis kecil itut telah mengalami mimpi buruk.

The Clown Puppet


     Ada sepasang suami istri yang memiliki tiga anak perempuan. Yang paling tua berumur 15 tahun, kemudian adiknya yang berumur 12 tahun, dan kemudian adiknya lagi yang masih berumur 7 tahun. Untuk hadiah natal, kakak yang paling tua meminta Laptop sebagai hadiah untuknya, kemudian adiknya yang berumur 12 tahun meminta sebuah iPad, sedangkan adiknya yang paling muda meminta sebuah boneka kecil.

     Saat hari natal tiba, mereka membuka hadiah mereka yang diletakkan dibawah pohon natal. Kakak mereka yang paling tua dan adiknya yang berumur 12 tahun mendapatkan apa yang mereka inginkan, tetapi adik mereka yang paling muda terkejut karena ia mendapatkan hadiah sebuah boneka badut. Bagaimanapun, boneka badut itu sangat lucu dan kemudian adik mereka yang paling muda memutuskan untuk menyimpan boneka itu. Dua hari kemudian, anak yang paling muda menghilang!

     Natal berikutnya, anak yang paling tua meminta sebuah iPad, sedangkan adiknya yang berumur 12 tahun meminta sebuah boneka badut, untuk mengingat adik mereka yang paling muda. Dua hari kemudian, anak yang berumur 12 tahun itu menghilang.

     Natal berikutnya, anak yang paling tua meminta sebuah boneka badut untuk mengingat adik-adik mereka yang telah menghilang. Dua hari kemudian, dia pun menghilang.

     Orang tua dari ketiga anak itu menjadi sangat miskin dan secara paksa mereka menjual barang-barang mereka demi mendapatkan uang. Suatu hari, mereka pergi ke atap rumah, mencari barang-barang lain yang masih bisa dijual. Ada, disebuah tempat gelap di atap, mereka melihat boneka badut. Boneka itu sedang duduk di kursi yang terbuat dari stik lolipop. Diatur disekitar kursi itu tiga buah kepala yang telah terpenggal dari ketiga anak mereka.

Jumat, 23 Januari 2015

Digital Camera



     Salah satu kerabatku meninggal secara tiba-tiba. Aku tidak pernah bertemu dengan wanita itu. Dia memiliki seorang anak perempuan yang masin berumur empat tahun. Nama gadis kecil itu adalah Yuki. Karena ayahnya tidak bisa membesarkan anaknya seorang diri, ia meminta bibi saya untuk merawatnya.

     Yuki tidak pernah ingin ditinggalkan sendiri oleh bibiku sehingga ia selalu berada di sisinya, dan kemudian hal ini menjadi sebuah masalah. Bibi-ku tidak pernah bisa pergi kemana-mana tanpa Yuki. Dia terus menerus selalu membutuhkan perhatian. Bahkan anak perempuan bibiku mulai merasa cemburu karenanya.

     Suatu hari, bibiku mengatakan kepadaku jika ia harus pergi keluar kota selama beberapa hari, dan ia bertanya kepadaku apakah aku bisa mengasuh seorang gadis keci untuknya. Dan kemudian aku menjawab dengan senang hati. Aku tinggal sendirian dan aku bisa melakukannya dengan seseorang.

     Beberapa hari kemudian, bibiku mengantar Yuki ke apartemenku. Saat ia pergi, dia menyuruh Yuki untuk tinggal bersamaku, dan kemudian bibiku berkata kepadanya "Yuki, tolong jadi anak yang berperilaku baik, yah".

     Ketika bibiku pergi, aku mencoba berbicara dengan Yuki dan memainkan beberapa video game bersamanya, tapi perilaku gadis kecil itu sangatlah aneh. Dia punya boneka beruang terselip di lengannya dan tidak pernah melepaskan boneka itu. Dia tidak pernah tersenyum. Dia tidak pernah berbicara. Semua yang dia lakukan hanyalah duduk dan diam, disudut sambil menatap dinding. Hal itu membuat diriku merasa tidak nyaman.

     Aku mencoba mencari sesuatu untuk membuat dirinya terhibur. Aku baru saja membeli kamera digital baru dan aku memutuskan untuk membiarkannya memainkan kamera digitalku tetapi yang lama. Ketika dia melihat kamera, matanya menyala. Aku menunjukkan kepadanya bagaimana cara untuk menggunakannya dan ia kemudian pergi berkeliling apartemenku dan memotretnya. Ada senyum cerah di wajahnya.

     Malam itu, aku mengetahui seberapa sulitnya untuk mengurus Yuki. Setiap kali aku mencoba untuk meninggalkan ruangan, dia mulai menangis dan memanggil-manggil namaku. Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian atau dia akan membuat keributan yang sangat besar. Dia bahkan bersikeras pergi ke kamar mandi denganku, yang mana hal itu sangat memalukan.

     Saat waktunya tidur, ia menolak tidur sendirian di kamar lain di apartemenku dan bersikeras ingin tidur di kamarku. Aku membacakannya dongeng sebelum tidur dan setelah beberapa saat, aku berhasil membuatnya tertidur. Saat itulah aku bisa melihat beruang teddynya. Salah satu kaki boneka itu hangus dan menghitam, seolah-olah habis terbakar, itu membuat diriku bertanya-tanya.

     Saat tengah malam, aku dibangunkan oleh suara yang aneh. Ketika aku berbalik, aku melihat bahwa ada sesuatu yang salah dengan dirinya. Tubuh gadis itu teru menerus gemetar, matanya terbuka lebar, giginya seperti menggigil, dan air mata mengalir di pipinya. Aku memeluknya erat-erta dan bertanya ada apa.

     "Dia memandangiku lagi," Dia menggumamkan.

     "Siapa yang kau maksud?" Aku berkata sambil terkejut.

     "The dark woman - wanita hitam," Jawab Yuki.

     Dia tidak berkata apapun lagi. Aku mencoba memberitahunya bahwa itu hanyalah imajinasinya saja, tetapi dia terus menggelengkan kepalanya dan terus gemetar. Butuh waktu yang sangat lama untuk menidurkannya lagi

     Keesokan harinya, ia kembali normal. Ia sangat suka bermain dengan kamera digital milikku. Saat waktunya untuk pulang, aku memberitahunya bahwa dia boleh mengambilnya. Yuki memelukku. Meskipun dia tidak berkata apa-apa, aku tahu bahwa dia sangat gembira.

     Aku mengantarkan Yuki, kerumah bibiku, dan kemudian tinggal sejenak untuk meminum teh. Bibiku berterima kasih kepadaku karena mau menjaga Yuki untuk dirinya, kemudia kami mengobrol di meja makan.

     "Gadis kecil yang malang," kata bibiku. "Dia tidak pernah mengatakan sepatah katapun semenjak ibunya meninggal."

     Aku tidak bisa menahan rasa ingin tahuku. "Bagaimana ibu Yuki, bisa meninggal?" aku bertanya.

     Sebuah tatapan aneh muncul di wajah bibiku. "Dia meninggal saat kebakaran....."

     "Bagaimana apinya bisa bermula?" tanyaku.

     "Yah....." bibiku ragu-ragu, tidak mau membicarakannya. "Ini adalah cerita yang sangat menyedihkan. Dia bunuh diri. Ibu Yuki adalah wanita yang sangat bermasalah. Dia menuangkan bensin ketubuhnya dan kemudian membakar dirinya sendiri."

     "Astaga!" seru ku. "Mengerikan sekali."

     "Yah," Kata bibiku. "Keluarganya sangat terkejut, mereka menutup-nutupi hal itu dan kemudian berpuran-pura bahwa ibu Yuki meninggal saat kebakaran. Kami mengadakan pemakaman yang tertutup dan hanya mengundang kerabat dekat. Yuki tidak hadir. Yuki bahkan tidak tahu jika ibunya sudah meninggal. Dia pikir ibunya hanya sedang pergi liburan untuk waktu yang sangat lama. Kami tidak tega untuk mengatakan hal yang sebenarnya tentang ibunya."

     "Yuki yang malang." Gumamku.

      Bibiku mengangguk dengan sedih. "Yuki yang malang."

      Beberapa hari kemudian, Yuki meninggal.

      Bibiku mencoba untuk mengubah perilaku Yuki. Pada malam hari, ia memaksa gadis kecil itu untuk tidur sendiri di kamarnya. Meskipun Yuki menjerit dan menangis, bibiku meninggalkan Yuki disana sendirian dan mengunci pintu. Di pagi hari, ia melihat Yuki berbaring di tempat tidur dan tidak bergerak. Gadis kecil yang malang itu meninggal.

      Tidak ada orang yang tahu bagaimana ia bisa meninggal. Coroner tidak bisa menentukan penyebab kematiannya. Tidak ada luka ditubuhnya. Dia bahkan sangat sehat. Dia baru saja meninggal secara misterius pada malam hari. Tidal ada penjelasan.

     Setelah pemakaman, aku kembali kerumah bibiku. Semua orang terlihat sangat sedih. Bibiku mengembalikan kamera yang diberikan kepada Yuki kepadaku. Aku membawa kamera itu pulang dengan ku. Itu adalah benda agar aku bisa mengingat dirinya.

     Kartu memori penuh oleh, gambar acak yang diambil oleh Yuki. Aku melihat mereka satu per satu, menyeka air mata dari mataku. Ada foto-foto ketika di apartemenku, foto-foto di rumah bibiku, gambar bunga, anjing, mainan, permen, dan...... gambar-gambar konyol yang hanya diambil oleh seorang anak kecil.

      Kemudian, aku melihat foto terakhir dan itu membuat diriku gemetaran.

      Tanganku begitu gemetar.

      Aku ingin menjerit, tetapi tidak ada apapun yang keluar dari mulutku.

      Waktu yang ada di foto itu menunjukan, bahwa foto itu diambil ketika malam di saat ia meninggal.

      Ini adalah gambar terakhir yang di ambil oleh gadis malang itu, menggunakan kamera milikku:

                               

Never Ending Road


     Bertahun-tahun yang lalu, ada sebuah jalan yang di panggil oleh penduduk setempat sebagai "The Never Ending Road - Jalan Yang Tidak Pernah Berakhir". Ada yang bilang jika jalan yang dimaksud adalah jalan Lester di Corona, California dan ada orang yang berkata juga jika jalan yang dimaksud adalah Jalan Miette Hot Spring di Alberta, Kanada. Jalan itu sangatlah panjang dan memiliki banyak tikungan, jalan itu juga gelap dan berbatasan dengan hutan lebat, dan jalan itu juga melalui pegunungan.

     Menurut legenda, banyak orang yang berkendara saat malam hari melalui jalan itu dan kemudian tidak pernah terlihat lagi. Legenda Jalan yang tidak pernah berakhir itupun menjadi sangat terkenal dan membuat orang-orang takut untuk berkendara di jalan itu bahkan saat siang hari. Beberapa pengemudi bahkan akan kehilangan keberaniannya dan kemudian akan memutar balikkan arah, takut jika mereka berkendara di jalan itu maka mereka tidak akan pernah bisa kembali.

     Jalan itu memiliki sebuah tikungan tajam pada satu titik dan kemudian melengkung di sekitar ngarai besar. Tidak ada pagar pembatas saat berada di tikungan dan di sebelah sisi ngarai, jalan itu terus berlanjut.

     Saat musim panas, kru kerja yang bekerja untuk memperlebar jalan menemukan sesuatu yang sangat mengerikan tentang jalan itu. Salah satu pekerja mendorong batu kedalam ngarai dan kemudian batu itu seperti menimpa sebuah logam. Ketika mereka memanjat turun untuk melihat, para pekerja menemukan puluhan mobil di bawah ngarai itu. Mereka semua jatuh kedalam kematian mereka dan mayat membusuk dan sisa-sisa kerangka korban masih terikat di kursi mereka.

     Diketahui jika jalan yang berada di kedua sisi ngarai berbaris dengan sangat baik, sehingga bila dilihat dari sudut yang tepat, terutama pada malam hari, jalan itu menciptakan ilusi optik. Ngarai itu hampir tidak terlihat sedangkan jalannya terus naik dibukit sekitar ngarai. Orang-orang yang berkendara pada malam hari tidak akan tahu jika ada turunan yang sangat tajam didepan mereka sampai itu terlambat dan mereka kemudian akan berbelok dari tebing dan jatuh dalam kematian mereka.

     Mereka berkata jika polisi setempat menutup-nutupi penemuan itu, ingin menghindari skandal dan kemudian diam-diam menutup jalan itu, dan tidak pernah di kembali. Mayat-mayat yang ada di dalam ngarai itu tidak pernah bisa diangkat dari ngarai, dan mereka dibiarkan di bawah sana sampai hari ini, di kuburan besi mereka.

Kamis, 22 Januari 2015

Cell Phone

     Ada seorang wanita, ia mempunyai anak yang masih berumur enam tahun. Suatu hari, dia baru membeli ponsel baru. Saat ia pulang setelah kerja, dia mulai memasak makanan untuk makan malam, dan meninggalkan ponselnya di meja dapur.

     Anaknya datang ke dapur dan melihat ponsel ibunya. Dia bertanya kepada ibunya apakah boleh jika ia bermain dengan ponsel ibunya, dan ibunya mengizinkannya selama ia tidak menelepon seseorang atau menghapus sebuah pesan. Tentu saja, sang anak setuju dan kemudian pergi ke kamarnya dan bermain dengan ponsel ibunya.

     Sekitar jam 10 malam, dia naik ke lantai atas untuk memeriksa anaknya, dan kemudian ia melihat bahwa anaknya telah tertidur pulas di tempat tidurnya. Sedangkan ponsel ibunya tergeletak di lantai disamping tempat tidur. Diapun mengambilnya dan kemudian memeriksa ponselnya meskipun sudah jelas bahwa anaknya tidak menghapus apa-apa. Dia melihat beberapa perubahan kecil. Dia telah mengubah tema, latar belakang dan mengganti nada dering lama dengan yang baru.

     Dia menyadari bahwa anaknya telah mengambil beberapa gambar dengan kamera ponsel. Dia membuka folder foto dan melihat-melihat, "Imut sekali," pikirnya. Anaknya telah mengambil foto dirinya sendiri.

     Kemudian, ia melihat foto terakhir yang ada didalam folder. Ketika pertama kali melihatnya, dia tidak percaya. Apakah matanya mempermainkannya? itu adalah foto dari anaknya, yang sedang berbaring di tempat tidurnya. Tetapi hal yang mengganggu adalah apa yang bersembunyi di pojok kiri gambar.

                                 
     Tampaknya, di sisi kiri gambar ada sesosok wanita tua.

Car Keys

     Pada suatu malam,  seorang ayah dan putrinya sedang berkendara di jalan yang sepi.  Mereka kembali ke rumah setelah menghabiskan sepanjang hari mengunjungi ibu gadis itu di Rumah Sakit. Mendengarkan suara dentuman hujan dari atap mobil, gadis itupun kemudian mulai tertidur.

     Tiba-tiba, ada sebuah ledakan besar. Sang Ayah berjuang untuk menjaga mobil itu tidak tergelincir, tetapi mobil itu akhirnya tergelincir dan kemudian menabrak dinding batu.

     Setelah memeriksa, bahwa putrinya tidak terluka, sang ayah keluar dari mobil untuk memeriksa kerusakan. Kedua ban depan memiliki lubang yang sangat besar dan bemper kanan rusak oleh tembok. Sisa bagian mobil itu masih utuh tanpa cedera.

     "Kita harus mencari sesuatu untuk berkendara," jelasnya kepada putrinya, "Apapun yang terjadi barusan, membuat ban depan kita rusak."

     "Kau bisa memperbaikinya, 'kan?" tanya putrinya, agak terguncang karena kecelakaan barusan.

     "Tidak," jawab sang ayah, sambil menggelengkan kepalanya. "Aku hanya punya satu cadangan lagi di bagasi. Aku harus kembali ke kota dan mencari seseorang untuk menderek mobil kita, " Katanya. "Tidak terlalu jauh kok dari sini, kau menunggu saja dimobil sementara aku pergi."

     "Baiklah" jawab putrinya, dengan enggan. "Tapi tolong jangan terlalu lama."

     Sang ayah, bisa melihat di mata anaknya bahwa dia ketakutan.

     "Tenanglah," jawab sang ayah, sambil ia menutup pintu mobil. "Aku akan kembali secepat mungkin."

     Putrinya menyaksikan ayahnya lewat kaca spion saat ia berjalan susah payah menuruni jalan di tengah hujan yang lebat dan kemudian menghilang dalam kegelapan malam.

     Lebih dari satu jam berlalu, dan ayahnya masih belum kembali. Gadis itu mulai bertanya-tanya apa yang terjadi dengan ayahnya hingga membutuhkan waktu berjam-jam. Dia sangat khawatir karena seharusnya ayahnya sudah kembali sekarang.

     Kemudian, dia melirik ke kaca spion dan melihat sebuah sosok pria dikejauhan, berjalan menuju mobil. Pada awalnya ia berfikir bahwa itu ayahnya, tetapi kemudian ia sadar bahwa itu adalah orang asing. Pria itu mengenakan pakaian overall dan ia memiliki janggut yang lebat. Dia membawa sesuatu yang besar di tangan kirinya, dan mengayun-ayunkannya.

     Sesuatu tentang pria itu membuat gadis itu sangat gugup. Saat ia mendekat, gadis itu menatap keluar jendela belakang dan menyipitkan matanya. Dalam cahaya redup, dia hanya bisa melihat apa yang ia genggam di tangan kanannya. Itu adalah pisau yang sangat besar, seperti pisau tukang daging yang besar.

     Berpikir dengan cepat, gadis itu sangat ketakutan sehingga ia langsung mengunci kedua pintu depan mobil, kemudian melompat kekursi belakang dan mengunci kedua pintu dibagian belakang mobil. Ketika dia melihat pria itu lagi, dia melihat pria asing itu berhenti di tengah jalan dan sepertinya sedang menatap langsung kearah sang gadis.

     Tiba-tiba, pria itu mengangkat tangannya dan gadis itupun menjerit ketakutan. Ditangan kirinya, ia memegang kepala ayahnya yang telah dipenggal.

     Dia hanya menjerit dan menjerit. Dia tidak bisa menahan diri. Jantungnya berdebar-debar, dan ia berjuang untuk bernapas. Ekspresi aneh yang ada di wajah ayahnya itu begitu mengerikan untuk dilihat. Mulutnya menganga dan matanya putih, sepertinya matanya dibalikkan kedalam kelopak matanya.

     Saat pria itu sampai di mobil, ia mendorong wajahnya hingga bersentuhan dengan jendela dan kemudian menatap kepada gadis itu dengan ekspresi gila, dengan matanya yang merah darah. Rambut pria itu berantakan dan tampak kotor sekali. Wajahnya ditutupi bekas luka yang dalam.

     Untuk sesaat, pria itu hanya berdiri disana, di tengah hujan yang deras, tersenyum kepada sang gadis seperti orang gila. Kemudian, ia meraih ke kantongnya, mengambil sesuatu dan perlahan-lahan mengangkat tangan kirinya.

     Dia memegang kunci mobil ayahnya.

Rabu, 21 Januari 2015

Baby Monitor


     Dibawah ini adalah cerita dari orang-orang yang mendengar hal-hal aneh dari monitor bayi mereka:

     1. Seorang ayah sedang duduk di sofa sambil membaca koran. Sedangkan bayinya berada di lantai atas, tertidur di boks bayi. Di monitor bayi ia bisa mendengar istrinya meninabobokan bayinya. "Tidurlah...... tidurlah......" Dia tersenyum karena mendengar istrinya. Kemudian, pintu depan rumah terbuka dan kemudian istrinya masuk sambil membawa barang belanjaan.

     2. Tidak ada suara lain di dunia yang menenangkan selain tawa seorang bayi..... kecuali sekarang jam 1 malam..... dan kau sedang sendirian di rumah..... dan kau tidak punya bayi.....

     3. Sepupuku terbangun saat tengah malam, melihat ke monitor bayi dan melihat ini:
 
   
     4. Aku memiliki monitor bayi dengan kamera yang telah terinstal di kaki boks bayi anakku. Pada suatu malam, aku sedang menonton film di lantai bawah, saat aku melihat secara sekilas kearah layar monitor bayi. Dilayar it aku melihat hal yang begitu menakutkan, sesosok wajah yang terdistorsi (seperti kerasukan). Aku langsung berlari ke lantai atas dan masuk kekamar anakku. Aku melihat ke sekeliling tetapi tidak ada yang aneh, jadi aku menunggu di lorong dan mengintip melalui celah pintu. Sekitar 10 menit kemudian, aku melihat anakku berdiri dan kemudian meletakkan wajahnya berhadapan dengan kamera monitor. Kemudian dia tertawa terbahak-bahak seperti orang gila. Kemudian, dia berbaring dan pura-pura tertidur. Aku tertawa ketika melihat itu. Tetapi, malam-malam berikutnya hal sama terus terjadi di layar monitor. Perbedaanya adalah anakku terbaring di sofa disebelahku.

     5. Bayiku berumur 6 bulan dan ia sudah tertidur selama satu jam, ketika saat monitor bayi menangkap gelombang statik. Suamiku dan aku menatap untuk sejenak, kemudian terdengar suara dari monitor. Suaranya rendah, suara serak yang membuat kami ketakutan. Ia berkata, "Ambil bayi itu!". Kami berdua kemudian berlari melalui lorong menuju kamar anakku. Ketika kami masuk, tiba-tiba selimut yang digunakan oleh anakku untuk tidur terlempar, seolah-olah ada seseorang yang menarik selimut itu. Suamiku langsung mngambil anak kami, dan kemudian berlari keluar ruangan. Seluruh ruangan dirumah kami begitu dingin bahkan sampai kita bisa melihat uap napas kami sendiri. Kami masuk kedalam mobil dan kemudian pergi dan menghabiskan malam, dirumah ibu mertuaku.

     6.Bertahun-tahun yang lalu, aku bekerja membuat monitor bayi. Pada suatu hari, saat tes uji coba, aku mengambil monitor bayi dua arah dan meletakannya di apartemen terdekat. Aku bisa mendengar suara bayi yang sedang tertidur dan seorang wanita sedang mencuci piring. Sebagai bahan lelucon, aku kemudian berkata "Bicara" di headset milikku, kemudian aku mendengar sesuatu seperti suara iblis "Beri makan aku!!!". Lalu aku mendengar suara piring pecah.

     7. Aku memiliki monitor bayi yang memiliki mode penglihatan malam, sehingga aku bisa melihat anakku saat tertidur. Suatu malam, aku melihat layar monitor dan melihat anakku beridir. Lalu aku melihat tangan dua wanita mengangkatnya. Aku benar-benar kaget dan kemudian menyuruh suamiku untuk memeriksa bayi kami. Bayi kami masih tertidur di tempatnya, tidur nyenyak dan tidak ada sosok wanita disekitar kamar. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. Lalu aku mendengar anjing tetanggaku menggonggong..... tetapi aku mendengarnya di monitor bayi kami. Lalu aku sadar bahwa tetangga kami memiliki kejadian aneh yang sama persis seperti kami, dan kemudian kami mengambil rekaman dari kamar anak mereka.

Intruder Alert


     Sekarang sudah tengah malam dan aku sedang berada di kamarku, mencoba untuk tidur. Aku mengganti saluran di TV dan melihat berita lokal. Pada bagian bawah layar, ada sebuah berita terbaru.

      "Pembunuh berhasil melarikan diri..... bersembunyi di daerah sekitar..... Polisi memperingatkan semua orang untuk tetap waspada..... di perkirakan pelaku memiliki senjata dan berbahaya....."

     Aku baru saja tertidur hingga aku terbangun oleh suara yang aneh di lantai bawah, sepertinya ada seseorang didalam rumah.

     Untuk sesaat, jantungku berdetak kencang dan kemudian aku berkeringat dingin karena ketakutan. Memfokuskan telingaku untuk mendengar, aku pikir aku mendengar suara yang lain. Suara itu terdengar seperti deritan pintu.

     Itu bukanlah imajinasiku, memang ada seorang penyusup didalam rumah.

     "Aku harus keluar dari sini, secepat mungkin!" Pikirku.

     Aku kemudian bangun dari tempat tidur sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara dan berjalan secara perlahan menuju jendela. Tubuhku bergetar dan aku berharap bahwa diriku tidak menimbulkan suara.

     Sesaat kemudian, aku mendengar langkah kai yang menuju lantai atas, jika mendengar suara langkah kaki itu, sepertinya penyusup itu lebih dari satu orang. Pada saat kapan saja, mereka bisa masuk kekamarku. Aku harus segera melarikan diri.

     Aku memanjat keluar jendela dan menuju atas garasi, bergerak secepat yang aku bisa tanpa menimbulkan banyak suara. Saat aku berada di tepi atap, aku meraih pipa pembuangan yang ada atap dan tembok, kemudian turun hingga ketanah.

     Saat aku berhenti, aku melihat ke jendela, aku baru saja berhasil melarikan diri, dan kemudian melihat lampu di kamarku menyala.

     "Hampir saja!" kataku.

     Rasa dingin menusuk punggungku, ketika aku berpikir jika diriku tertangkap oleh mereka.

     Aku berjalan dari halaman rumahku menuju hutan. Setelah diriku terhalangi oleh pepohonan barulah aku mulai berlari. Aku terus berlari, tersandung di kegelapan, berlari melalui semak-semak, sampai aku mencapai perumahan lain.

     Sambil memegang pisau, aku menuju rumah berikutnya.

Rabu, 14 Januari 2015

House of Mirrors

   
     Ada sebuah rumah dibagian kota tua Cadiz, Spanyol, yang dikenal sebagai "La Casa de los Espejos" atau "Rumah Kaca". Rumah itu memiliki tigz lantai yang sangat megah dan elegan dengan arsitektur yang membakitkan masa lalu Spanyol. Orang-orang yang percaya hantu dan mengetahui sejarah rumah itu sangatlah bodoh, dan pada malam hari mereka selalu menghindari rumah itu.

     Legenda mengatakan bahwa, bertahun-tahun yang lalu, seorang Laksana penting dalam angkatan laut Spanyol tinggal bersama istri dan anak perempuannya. Pekerjaannya sering menjauhkannya dari keluarga dan berlayar untuk jangka waktu yang lama dan kapalnnya pun sering melakukan perjalan dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Perjalanannya membawa dia kebanyak negeri asing yang eksotis.

     Sang Laksamana sangat disayangi dan dihormati oleh anak perempuannya yang cantik, melebihi hidup itu sendiri. Setiap kali ia pergi, putrinya akan melambaikan tangan dengan air mata mengalir di pipinya. Dia merindukan ayahnya dibandingkan apapun di dunia ini. Putrinya mengumpulkan cermin dan sebagainnya, sebagai tanda kasih sayang untuk ayahnya, setiap kali ia pulang dari perjalanan, ayahnya akan membawakan putrinya cermin yang baru sebagai hadiah.

     Betahun-tahun telah berlalu, rumah menjadi penuh dengan hiasan dan cermin yang indah. Gadis itu menikmati saat berjalan-jalan didalam rumahnya karena bisa melihat bayangannya yang berada dalam cermin setiap hari dimanapun ia berada didalam rumahnya itu. Ayahnya sering bercerita kepada teman-temannya dan rekan-rekannya bahwa putrinya itu adalah gadis tercantik di Candiz.

     Selama bertahun-tahun, istri dari Laksamana itu berubah menjadi tua dan kehilangan kecantikan wajahnya. Dia sangat membenci dirinya setiap kali menatap kedalam cermin dan menjadi sangat cemburu kepada putrinya yang sangat cantik. Perlahan, istri Laksamana itu tenggelam kedalam depresi dan membenci putrinya sendiri. Saat sang Laksamana pergi berlayar, istrinya sering memarahi dan berkelahi dengan putrinya sendiri.

     Hubungan ibu dan anak itupun berubah menjadi kebencian yang dirahasiakan oleh sang ibu didalam hatinya yang iri kepada putrinya sendiri. Dia yakin jika suaminya itu lebih mencintai putrinya dari pada dirinya sendiri. Dibutakan oleh rasa iri, pikirannya mulai penuh dengan hal-hall yang gelap dan kejam.

     Pada saat hari Laksamana meninggalkan rumah, istrinya mulai menjalankan rencananya yang kejam. Dia memberikan putrinya minuman yang beracun. Gadis yang malang itupun meminumnya dan sangat menderita selama berhari-hari, darah mulai keluar dari mulut dan matanya. Sebelum putrinya koma dan meninggal, ibunya yakin jika putrinya itu mati ia bisa menjalin hubungannya kembali dengan suaminya.

     Ayah dari gadis itupun pulang seminggu kemudian, dan bertemu dengan istrinya didepan pintu rumah. Istrinya kemudian dengan tenang memberitahu suaminya bahwa putrinya tertular penyakit yang sangat mengerikan dan kemudian meninggal saat suaminya pergi. Setelah mendengar berita buruk itu, sang ayah pun langsung menangis. Dia benar-benar hancur, dan menghabiskan hari-hari berikutnya dengan hanya duduk di tempat tidur anak kesayangannya itu.

     Pada suatu malam, saat sang ayah mengelap air mata dari matanya, ia kebetulan melirik kesalah satu cermin yang tergantung di dinding kamar. Apa yang ia lihat membuatnya sangat ketakutan. Di cermin, berdiri sosok anak kesayangannya itu. Saat ia melihat, hal yang mengejutkan terjadi. Putrinya memberi sebuah pesan.

     Didalam cermin, ia melihat istrinya meracuni minuman dan kemudian memberikan kepada anaknya. Dia menyaksikan putrinya itu terbaring di tempat tidur, dengan mata dan mulut mengeluarkan darah, berteriak kesakitan. Disamping tempat tidurnya, istrinya diam-diam tertawa. Melihat purti kesayangannya meronta-ronta kesakitan sebelum akhirnya menyerah terhadap rasa sakit, yang bahkan tidak bisa ditahan oleh orang miskin.

     Terteguh dan penuh dengan amarah, setelah ia mengetahui kebenaran itu, sang ayah kemudian berlari menuruni tangga dan kemudian meraih istrinya  dengan tangannya. Dia memaksa istrinya untuk mengakui kejahatan yang ia lakukan dan kemudian menyeret istrinya sendiri ke kantor polisi setempat dan berbalik masuk. Istrinya dijatuhi hukuman karena telah membunuh anaknya sendiri dan kemudian dijatuhkan hukuman penjara, untuk menghabiskan sisa hari-hari dalam hidupnya dibalik jeruji penjara.

      Namun, sang ayah tidak pernah pulih dari kematian putri kesayangannya itu. Dia hanya tidak tahan tinggal dirumah dimana putrinya dibunuh dengan begitu kejam. Setiap cermin yang ada dirumah itu selalu mengingatkannya kepada putrinya yang cantik itu dan ia pun tidak mampu untuk mengatasi rasa sakit akan kehilangannya. Dia kemudian pindah rumah dan meninggalkan Candiz, untuk melupakan masa lalunya yang begitu menyakitkan. Rumah itu kemudian ditinggalkan dan tidak terurus selama berdekade-dekade, dinding dalam rumahnya pun masih ditutupi oleh cermin-cermin.

      Orang-orang yang tinggal dekat dengan rumah itu mengklaim, bahwa pada tengah malam, mereka bisa mendengar teriakan yang bergema dari rumah tua itu. Mereka mengatakan pula jika suara itu terdengar seperti rintihan rasa sakit dari seorang gadis muda.

      Beberapa orang yang berani kemudian menjelajahi bangunan itu, untuk mengetahui asal suara itu. Suara-suara itu tampaknya berasal dari lantai atas. Mereka mendengar tangisan menyedihkan yang membelah malam. Jeritan itu terdengar aneh, sepertinya jeritan itu terpantul dari cermin yang ada di tembok-tembok rumah, seolah suara itu berasal dari cermin-cermin yang ada didalam rumah.

      Satu orang yang begitu penasaran dan juga ceroboh kemudian memecahkan salah satu cermin dengan sengaja. Mereka mengatakan bahwa ketika ia mengambil serpihan kaca itu dan melihat kedalam cermin itu, serpihan cermin itu tidak memantulkan wajah mereka. Sebaliknya, terpantul dari cermin, ia merasa ngeri melihat seorang gadis mati didalam cermin. Wajahnya memperlihatkan ekspresi marah yang langsung menusuk tulang belakang dan membuat mereka berlari keluar dari rumah itu dengan penuh ketakutan, berteriak-teriak didalam rumah.

      Orang lain yang masuk kedalam rumah itu, mengatakan jika mereka melihat sekilas, dari sudut mata mereka, seorang gadis mengawasi mereka dari dalam cermin. Setelah melihat itu, beberapa dari mereka melarikan diri dari rumah itu penuh ketakutan, mengatakan jika mereka itu beruntung bisa melarikan diri dengan selamat dari rumah itu.

       Bertahun-tahun telah berlalu, sejarah 'House of Mirror' dan apa yang terjadi disana telah menyebar dari Cadiz keseluruh penjuru Meksiko. Legenda itu menjadi begitu terkenal, banyak remaja pula yang datang dari jauh hanya untuk ingin menjelajahi rumah tua itu. Bangunan yang begitu menyeramkan pada saat malam hari. Kebanyakan dari mereka ingin mencari tahu kebenaran cerita itu sendiri.

      Beberapa tahun yang lalu, beberapa orang mengatur ketempat itu. Mereka mengadakan kontes untuk melihat siapa yang paling berani tinggal didalam rumah itu paling lama. Mereka mengatakan jika kalian memasuki rumah itu walaupun hanya beberapa menit saja, kalian tidak akan berani masuk kedalam lagi untuk kedua kalinya......

Selasa, 13 Januari 2015

Spook Light

     Spook Light Hill adalah sebuah area kecil diantara Joplin, Missouri dan Hornet. Berikut ini adalah cerita dari spooklight (cahaya hantu) yang terkenal dan bagaimana cahaya itu diberi nama seperti itu.

     Pada suatu malam yang gelap dan hujan, anak dari seorang petani sedang berkendara untuk pulang dari tempat kerjanya di kota. Saat ia dekat dengan rumahnya, ia melaju kesebuah bukit kecil. Ia berkendara terlalu cepat untuk cuaca yang berhujan dan kemudian mobilnya mulai tergelincir dan ia pun menabrak pohon. Sayangnya perempuan itu tidak memakai sabuk pengaman sehingga ia terlempar kedepan dan mengenai kaca depan mobil.

     Polisi dan pemadam kebaran tiba dengan perasaan ngeri oleh apa yang mereka lihat. Ketika mereka mencoba untuk mengeluarkan perempuan naas itu dari mobil, mereka sadar bahwa perempuan itu sudah meninggal. Kepalanya telah terpenggal karena kecelakaan itu. Setengah tubuhnya terjebak di kaca depan mobil, tetapi kepalanya tidak bisa ditemukan.

     Polisi telah mencari diseluruh area menggunakan senter, tetapi mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada kepala gadis anak petani itu. Mereka memutuskan untuk menunggu sampai siang hari untuk mencari lagi. Mereka pun menyampaikan berita mengerikan itu pada ayahnya yang langsung menangis.

     Keesokan paginya, ayah dari perempuan itu membantu para polisi untuk mencari kepala anaknya yang telah meninggal. Tetapi mereka tidak pernah menemukannya. Mereka mengatakan kepada sang ayah agar menguburkannya tanpa kepala. Itu adalah pemakan yang tertutup.

     Pada tahun-tahun setelah kejadian itu, ayahnya menjadi terobsesi dengan menemukan kepala anaknya yang hilang. Setiap hari ia mencari, berjalan naik dan turun tanpa membuahkan hasil. Pada malam hari, ia akan mencari lagi dengan menggunakan lentera dan mencari diladang dekat tempat kejadian, berharap menemukan kepala anaknya walaupun hanya beberapa bagian sajah. Tetapi tidak berhasil.

     Sang Ayah kehilangan semangat hidupnya. Dia membiarkan pertaniannya bangkrut. Dia tidak bisa makan, tidak bisa tidur, bahkan tidak bisa hidup tanpa menemukan kepala anaknya itu. Kesehatannya mulai terganggu dan kemudian ia pun meninggal, tanpa menemukan kepala putrinya.

     Semenjak itu, banyak tetangga melihat cahaya dari pria tua itu masih naik turun Bukit Spook Light pada malam hari. Mereka mengatakan jika hantunya bersembunyi di bayang-bayang Bukit Spook Light, berjalan naik turun, masih mencari kepala putrinya yang hilang.

The Bunnyman


     Udah lama gak ngeblog" nih, jadi pengen ngeblog nih, yaudah nih kasih urban legend ini ajah oke ;). The Bunnyman adalah urban legend tentang seorang pasien rumah sakit jiwa yang melarikan diri dan menghantui sebuah jembatan di Clifton, Virginia.

     Setelah perang sipil Fairfax Country, Virginia menjadi lebih berpopulasi dari pada sebelumnya dan sebenarnya ada sebuah rumah sakit jiwa yang dibangun disana. Tidak ada orang yang mau tinggal dekat dengan rumah sakit jiwa tersebut dan karena kekejaman publik, rumah sakit jiwa tersebu pun ditutup.

     Pihak administrasi memindahkan seorang pasien dan pada tahun 1904 pemindahan itu pu berhasil. Selama pemindahan, beberapa pasien berhasil melarikan diri dan bersembunyi disekitar hutan. Pasien-pasien yang melarikan diri itu benar-benar gila, delusi (sebuah penyakit psikologis) dan berbahaya. Kebanyakan dari mereka kembali ditemukan kecuali Marcus Lawster dan Douglas Griffen. Pihak berwenang menemukan sebuah jejak yang diyakini milik mereka, dan dikotori dengan kelinci yang setengah dimakan dan termutilasi.

     Jejak itu mengarah kedalam hutan yang menuju kesebuah jembatan penyeberangan yang melintasi sungai yang lebar. Disana mereka menemukan Marcus tergantung di pintu masuk terowongan. Ada sebuah catatan yang melekat dikakinya yang berbunyi, "Kau tidak akan pernah menemukanku, sekeras apapun kau berusaha! tertanda, The Bunny Man." Terowongan itupun diberi nama Jembatan Bunny Man, semenjak itu.

     Legenda menyatakan jika kau berjalan diterowongan itu sendirian pada tengah malam, Bunny Man akan menangkap dan menggantung mu di pintu masuk jembatan.

     Kematian yang tidak wajar dan penomena-penomena telah dihubungkan dengan Jembatan Bunny Man. Ada seorang lelaki muda dari Clifton, Virginia yang melintasi jembatan itu saat berpergian. Kemudian, dia membunuh orang tuanya dan menyeret tubuh orang tuanya menuju hutan dan menggantung mayat mereka di jembatan dan kemudian ia membunuh dirinya sendiri. Pada tahun 1943, tiga orang remaja, dua orang pria dan seorang gadis muda, mereka berada di Jembatan Bunny Man untuk malam Halloween. Ketiga remaja itu ditemukan tewas, tergantung di jembatan dengan tubuh mereka yang disayat terbuka, semuanya memiliki catatan yang melekat pada kaki mereka yang berbunyi, "Kau tidak akan pernah menangkap the Bunny Man!".

     Pada tahun 2001, setelah mendengar kisah itu, enam orang pelajar lokal dan seorang pemandu mencari di sekitar daerah itu. Mereka menemukan bagian kelinci yang dimutilasi saat pencarian dan kemudian meninggalkan hutan setelah mereka mendengar suara dan melihat sebuah sosok yang bergerak didalam hutan.