Kamis, 24 Juli 2014

A Rainy Day


Suatu hari, aku sedang dalam perjalanan pulang kerumah dari kantor. aku keluar dari stasiun kereta bawah tanah dan mendapati hujan turun dengan derasnya diluar. beruntung, aku sudah membawa payung untuk berjaga-jaga. aku mulai berjalan kaki dan selang beberapa saat kemudian, aku mulai merasakan sesuatu yang salah sedang terjadi.
Keadaan begitu mencekam saat aku melangkah dijalanan gelap dibawah guyuran hujan. aku menyadari bahwa setiap orang di sekitarku hanya diam berdiri, tak ada dari mereka yang memakai payung. mereka benar-benar diam berdiri memunggungiku. semua menghadap kearah yang sama. aku harus berjalan berbelok-belok untuk menghindari menabrak salah satu dari mereka.
Ketika secara tiba-tiba, sebuah taksi berhenti tepat di sisiku dan sang supir menurunkan kaca jendelanya, lengannya menjulur keluar dan mengisyaratkan padaku untuk mendekat. aku bilang padanya aku tidak butuh taksi, tapi dia terus berkata "cepat naik! tak usah bayar!"
Si supir taksi bersikeras memaksaku untuk menerima tumpangan gratis darinya. berhubung orang-orang di jalan tadi sudah mulai membuatku takut, aku segera naik ke kursi penumpang dibelakang dan kami beranjak pergi.
Sang supir menoleh ke arahku dengan wajah pucat pasi.
"Kupikir aku memang seharusnya menolongmu, kulihat kau berjalan sendirian seperti menghindari banyak orang di jalanan yang lengang"

Tidak ada komentar: