Kamis, 24 Juli 2014

Donkey Lady


Semua yang tinggal di sekitar san Antonio mungkin
pernah mendengar tentang “donkey lady”(wanita
keledai). Ada beberapa variasi dari cerita ini. Berikut
merupakan salah satu versi yang ada.
Di bagian selatan san Antonio terdapat sebuah
jembatan yang dikenal sebagai rumah dari donkey lady ini. Ada yang bilang dia adalah hantu, namun ada pula yang bilang bahwa dirinya adalah manusia setengah keledai. Jembatan donkey lady ada di ujung jalan Jett Road, sebelum Applewhite Road. Dikatakan bahwa sosok ini tinggal dalam hutan di sekitar jembatan,dia akan melompat ke mobil dan merusaknya dengan kukunya jika kita terlalu lama berhenti disana. Ada banyak kisah mengenai urban legend san Antonio ini di internet.
Apapun dirinya, hantu atau merupakan sosok mahluk lain, kisah tentang donkey lady ini cukup menakutkan dan cukup terkenal di sekitar Texas.
Beberapa cerita menjelaskan asal muasal sosok ini
hingga menjadi setengah manusia setengah keledai.
Beberapa cerita mengatakan bahwa dia kehilangan
anak anaknya dalam sebuah kebakaran yang dilakukan oleh suaminya. Dia mengalami luka bakar yang sangat parah dimana jari jari tangan dan kakinya menjadi menyatu menjadi mirip seperti kuku keledai. Begitu juga pada bagian kepalanya, setelah sembuh dari luka bakar ini, bekas luka ini sangat dekstruktif sehingga membuat pola melengkung dan memanjang pada wajahnya yang identik dengan muka keledai. Dia menjelajahi area di sekitar jembatan di san Antonio selatan, menangis mencari anak anaknya. Dia akan mengejar siapapun yang mengganggunya dengan suara klakson. Membunyikan klakson mungkin merupakan salah satu cara efektif untuk menarik perhatian wanita keledai ini.
Ada versi lain mengenai cerita donkey lady ini sehingga dia berkeliaran di sekitar daerah tersebut. Pada pertengahan tahun 50an, biasanya beberapa wanita akan menggiring keledai mereka untuk merumput di dekat rumahnya. Seorang anak kemudian mengaku bahwa keledai wanita tersebut telah menggigitnya, maka ayah anak ini dan beberapa orang temannya berencana untuk menangkap keledai yang tengah
digiring oleh wanita yang memilikinya. Mereka
menunggu di hutan dan melompat keluar ketika wanita ini lewat dan berusaha merebut tali pengikat keledainya. Ketika mereka sedang berebut tali kekang secara tidak sengaja keledai tergelincir ke sungai dan tenggelam. Kemudian para lelaki pergi, namun wanita yang merasa kesal, mulai melempari mereka dengan batu. Batu mengenai salah seorang lelaki yang menyebabkannya pingsan. Melihat hal ini pria lainnya marah dan menyeret si wanita pemilik keledai kemudian melemparkannya hingga tenggelam. Sang wanita dan keledai kesayangannya pun tewas di sungai tersebut.
Kemudian arwah wanita yang menyimpan dendam dan keledainya ini bersatu dan mulai menghantui daerah di sekitar jembatan. Hantu wanita ini konon memiliki kekuatan yang sangat besar, mata yang besar, jeritan dan geraman yang melengking, dan dalam kemarahan menghantui siapapun yang mengganggunya atau masuk daerah wilayah kekuasaannya.
Ada sebuah cerita lagi yang saya terjemahkan dan
menurut sumber yang saya dapat diperoleh dari salah satu akun di situs angelfire. Disebuah area dekat dengan san Antonio, ada sebuah
kisah tentang donkey lady. Digambarkan sebagai
arwah dari seorang wanita yang mengalami mutasi
sehingga dari kelainan ini secara fenotipe (sifat tampak) dia nampak sebagai sosok dengan separuh manusia dan separuhnya lagi adalah keledai. Dikatakan bahwa dia menghantui sebuah jembatan di sebelah selatan kota. Tempat ini menjadi tempat uji nyali favorit bagi warga tua maupun muda.
Cerita ini tidak ku alami sendiri melainkan teman
temankulah yang mengalaminya. Aku mengenal
mereka sepanjang waktu, dan kurasa mereka tidak akan pernah berbohong tentang hal seserius ini,
terutama padaku.
Singkatnya mereka adalah sumber yang sangat bisa dipercaya. Di suatu malam larut pada
tahun 1987, disalah satu rumah teman terdekatku,
berkumpullah beberapa orang temanku yang lainnya. Merasa bosan, kami berencana untuk mengunjungi jembatan donkey lady. Lokasi ini cukup dekat dari rumah sekitar 5-6 mil, dan merupakan sebuah tempat favorit untuk cerita larut malam. Mereka setuju dan kemudian tanpa menunggu lebih lama segera berangkat. Setelah 6 jam berikutnya, kendaraan mereka kembali dengan hanya satu penumpang di dalamnya. Kupikir mereka telah mengantarkan para gadis pulang, kemudian kami keluar untuk melihat keadaannya. Apa
yang kami temukan kemudian sungguh tidak pernah
aku lupakan, bagian kaca depan hancur, bagian depan penyok, dan tampak darah berceceran di atap.
Kami segera berlari menuju ruang kemudi untuk
memeriksa keadaan John, namun dia hanya duduk di belakang setir menatap ke depan dengan tatapan
kosong. Setelah beberapa menit kami berusaha
menanyakan apa yang terjadi diapun kemudian mulai bicara.
Dia, Lisa, Terri dan Jill tiba di jembatan. Mereka mulai membunyikan klakson, berusaha untuk mengundang sang donkey lady yang melegenda. Setelah sekitar 15 menit ke depan, mereka tidak melihat apa apa, mereka memutuskan untuk mencarinya langsung masuk ke hutan. Apa yang terjadi selanjutnya sungguh luar biasa, jika aku tidak mengenal John seumur hidupku dan
melihat mobil yang dedel duel diluar aku tidak akan
percaya sedikitpun padanya. Ketika sedang berjalan di hutan, John merasakan bahwa dirinya tengah diawasi oleh sesuatu. Dia berhenti dan mengatakan pada lainnya agar jangan membuat kegaduhan dulu. Dia mengamati sekitar dan mendapatkan sepasang mata besar sedang melihat ke arah mereka dari kejauhan. Mata ini nampak memantulkan cahaya bulan dan mengenai warna matanya sendiri dia bilang bahwa dia tidak bisa menggambarkannya, yang jelas mata tersebut sangat mengintimidasi.
Para gadis mulai panic dan mulai berlarian kembali menuju mobil. John tidak lama berselang juga berlari mengikuti mereka, segera setelah dirinya berbalik dia mendengar suara teriakan
yang melengking dan mengerikan dari arah dimana
mata tadi berada. Dia menggambarkannya bahwa suara teriakan tersebut seperti sebuah suara tangisan, suara tangisan dari sesosok binatang yang cerdas. Terlalu takut untuk berbalik, dia bergegas berlari menuju mobil. Ketika sampai disana, gadis gadis sudah sampai disana, berteriak padanya untuk segera naik dan pergi. Ketika dia berusaha mencari kunci, dia mendengar seperti suara langkah kuda berlari mendekat ke arah mereka. Dia menyalakan mobil, dan bersiap cepat tancap gas.
Namun tiba tiba ada satu sosok yang muncul di jalan di depan mereka. Terlalu takut akan hal ini, John menabrak sosok ini. Mahluk ini memukul kap mobil dan berguling diatasnya. Melihat ke spion, John mengatakan bahwa mahluk tersebut kemudian bangkit dan mulai mengejar mereka. Setelah mendengar kesaksian dari John dan kondisi
mobil, Steve dan aku berpikir bahwa sungguh perlu
untuk kembali kesana. Untuk memastikan dan
memenuhi rasa ingin tahu kami, membuktikan sebuah misteri mengenai legenda yang sangat terkenal, siapa yang tidak mau?
Namun John mengatakan bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah pergi ke jembatan itu lagi, namun jika kami ingin menempatkan
nyawa kami sebagai taruhannya dia mempersilahkan kami untuk pergi. Dengan berbekal senter dan sebuah shotgun, aku dan Steve segera naik ke mobilku menuju jembatan donkey lady. Setelah kami mendekat, kami melambat dan
menyalakan lampu yang ada di bagian depan mobilku. Menjadikan pandangan kami ke jembatan sangat jelas.
Hal pertama yang kami sadari saat kami mulai
mendekat ke jembatan adalah darah yang tercecer di jalan dalam jumlah yang cukup banyak. Sayangnya, darah inilah satu satunya bukti yang kami dapat. Setelah melakukan investigasi mengenai hutan dengan berjalan kaki dan shotgun tentunya, kami menemukan beberapa jejak yang nampak seperti tapak kuda menuju ke jalan. Setelah beberapa jam mencari dan tidak menemukan apapun, kami kembali ke rumah. Dan John telah kembali ke rumah, kemudian kamipun berbaring dan tidur.
Sampai saat ini tidak ada satupun dari keempat orang yang mengalami peristiwa tersebut berani ke jembatan itu. Apakah John benar benar melihat dan menabrak donkey lady malam itu? Ataukah mahluk itu hanyalah seekor kuda poni biasa yang terkejut akan kehadiran mereka? Aku tidak tahu persis… namun yang aku tahu bahwa ada sesuatu disana yang membuat keempat temanku ketakutan setengah mati.

Tidak ada komentar: